Sabtu, 30 Juli 2011

Misteri Diary Putih Berdarah (COPAS!! By: Chee Fa) -Part 5-

***

Malam hari yang suntuk. Membuat ipe susah untuk ke alam mimpi. Pikirannya terus melayang entah kemana. Oh my God, hal ini terulang lagi. Pikirnya saat merasakan Angin yang bertiup kencang dan membuat jendela kamar Ipe terbuka lebar. Ya, memang benar-benar terjadi. Sesosok makhluk perempuan kini datang lagi menghantuinya. Perempuan itu semakin mendekat- mendekat lagi dan kini jarak mereka tak terlalu jauh. Samar-samar ipe mengenali wajah sesosok itu, dia begitu mirip dengan sahabat nyaa. Villa. Apa mungkin itu villa ? nggak, itu nggak mungkin. Villa telah sembuh dari luka parahnya, jadi nggak mungkin dia kembali menghantuinya.

“kepinnn... tolong.” Ucapnyaa pelan. Entah apa yang ipe pikirkan namun hanya kata itu yang bisa terucap dibibir manis nyaa.

Sesosok itu mungkin mendengar ucapan Ipe, selang beberapa detik kemudian dia hilang. Datang tak di undang pulang di antar. Tapi lebih tepatnya dia tidak seperti Jalangkung. Dia lebih mirip dengan K U N T I L A N A K.

Tubuh ipe bergetar, dia tak sanggup akan yang dia liat untuk sekian kali nyaa, dan ini lah yang paling parah dari padaa sebelumnya. Hiuh .. setidaknya ipe masih bernafas lega karena dia tidak di makan dibunuh ataupun di cekik.

Tapi kenapa kata yang harus terucap adalah KEPIN. Bukan seharusnya B R I A N G yang notabane adalah pacarnya ? Emang benar, ada rahasia dibalik rahasia.



Ipe mencoba memejamkan matanya. Baru 10 menit shilla terlelap jam wekernya berbunyi nyaring. Ipe terbelalak melihat jamnya sudah jam setengah 6. Dengan keadaan setengah sadar Ipe berlari ke kamar mandi tiba-tiba.

B R U U K K K

Ipe menabrak meja belajarnya, syukurlah dengan begitu kesadaran Ipe hampir 100%. Nampaknya acara mandi sedikkit tertunda. Ipe kaget dengan D I A R Y itu. Ipe baru ingat kemarin dia lupa membaca diary itu. Dengan secepat kilat ipe menyambar diary itu lalu duduk manis sambil membaca nyaa



LOE LUPA HAH? DALAM ATURAN GAK ADA KATA LUPA. INGET GAK LOE HAH? LOE UDAH NGINGKARI JANJI LOE. JANGAN HARAP LOE BISA SENENG HIDUP DI DUNIA !!! APALAGI AKHIR-AKHIR INI. HHUHUHU. SELAMAT YAA J TAPI JANGAN HARAP LO BAHAGIA. LO BAKALAN NYAKITIN ORANG YANG DISEKITAR LO. HHAHAHA SELAMAT BERSIAL-SIAL.. YUUHHHUUU :PPP



JANGAN BUKA HALAMAN SEBELUMNYA. KALO LOE BUKA !!! HIDUP LOE BENAR-BENAR HANCUR. HHAHAHA :DDD



ASAL LO TAU. DIA !!! GAK BAKALAN ADA SAAT LO BUTUH DIA !!! EMANG ENAK..

HHIHIHI :DDD



BUKA MATA YA NENG !!





Ipe menutup buku itu, dia terdiam. Ntah apa yang ada dipikirannya. Dia takut. Takut kalau hal itu benar-benar terjadi, dan jika terjadi apa yang harus dilakukannya ? dan sebenarnya apa gue lakuin ? dan kenapa bisa bikin nyakitin sahabat gue ? apa ? apa !? apaaaa... ini menyangkut ..........

Belum selesai ipe berfikir keras setelah bangun tidur dari malem yang tidak menyenangkan itu. Mama nyaa sudah meneriaki dia dari bawah.

“SSSHHHHHHHIIIILLLLLLLAAAAAAAAA !!!!!!!!! CCEEEEEPPPPPPPPEEEEEETTTTTTTAAAAANNNNNNN TTTUUUURRRRRRUUUNNNNNNN !!!!!! BRIANG UDAH NUNGGUIN KAMU !!!”

Ya kurang lebih seperti itulah, mama nyaa berteriak.

“briang.. Yaa..” gumannya pelan lalu menyambar cepat handuknyaa.


***


“heii, bri. Sorry nunggu lama. Lo sii gak bilang kalau mau njemput gue. Untung gue belum berangkat. Kalau udah ? gimana hayoo... kan sia-sia.” Briang hanya bisaa menganga mendengar rentetan kereta api yang keluar dari pacarnya.

“ipe...ipe.” Guman mama ipe sambil geleng-geleng.

“Ayooo... berangkat.” Ipe menarik tangan Briang.

“tapi..”

“udah ayoo.... ddaaadddaaaaaaaaaaahhhhhhh mmaaaaammmaaa” teriaknyaa keluar rumah.

“permisii yaa tante.” Teriak briang nggak kalah kenceng.

“dasar anak muda”



***



Ini adalah hari pertama briang dan ipe berangkat bersamaan dan berstatus PACARAN !!! mungkin hari ini bakalan ada badai yang bakalan menerpa ni sekolahan.

Jelas saja, briang adalah most wanted di sekolah dan ipe siswa baru yang bisa dengan cepat memperoleh perhatian khusus dari briang. Ipe berjalan menggandeng erat tangan briang, dengan alasan takut kalau ada sesuatu yang menimpanya. Yaa... makhlum lah, si briang punya segudang fanss yang super duper bejibun.

Ipe dengan jelas mendengar decak gosip tak mengenakan di telinganya. Aduhh.. itu semua nggak ada dipikiran ipe. Briang mempercepat langkahnya, dia tau seberapa ketakutannya ipe terhadap fans fanatik nyaa briang. Pernah briang membuang tisu setelah untuk mengelap keringatnya dan ternyata malah langsung diperebutin banyak anak. Gila aja. Tisu bekas direbutin. Dan pernah ada yang rela dandan menor untuk mendapat perhatian dari briang dan alhasil dia malah dipanggil kepsek gara-gara dandanannyaa yang bisa dibilang mau kondangan.


*****


“PPPIIIIILLLLLLAAAAA !!!!!!! LO UDAH BERANGKAT SEKOLAH ? KAPAN PULANG DARI RUMAH SAKIT ??” tanyaa ipe yang masih diambang pintu dengan volume yang ngalahin toak masjid deket sekolahan.

“BERISIK !!!” jawabnyaa ketus sambil menutup telinganya.

“ekheemmm.... pasangan baru tuh.” Sindir ghen dengan senyum mengoda yang terlalu dipaksakan.

“apaan sih lo ghen.” Ipe malu-malu kucing alhasil malah mendorong kepin yang baru datang.

“heii, girl. Ngapain lo dorong-dorong gue ? gak suka ? nggak segitunyaa juga bisa kan ?” bentaknyaa keras.

“yah... in. Bukan maksud gue gitu. Ghena tuh !!” jawab ipe sambil menunjuk batang hidung ghena.

“nyehh... kenapa gue yang kena ?” tanya ghena merinding.

“udahlah.. gue mau bagi PJ nih.. pada mau kagak ?” sela briang merangkul pundak Ghena.

DEGGG

Dengan cepat ghena menepis tangan briang dengan kilat.



***



Ghena sekarang mulai yakin akan perasaannya terhadap briang setelah melihat adegan briang dan ipe di kantin yang saling suap-suapan itu.

Rasanya menjijikan dan membuat ghena enek dengan tingkah laku mereka.

Kini ghena mulai iri dengan perhatian briang yang sekarang hanya untuk ipe. Perhatian yang selama ini untuk ghena perlahan sirna diterpa angin yang kencang. Ghena akhir-akhir ini malah sering mengamati Kepin. Mengapa ? yaa.. mungkin karena setiap ghena melihat kepin pasti pendangannya ke arah ipe yang sedang bermesraan dengan briang, tak jarang ghena memergoki kepin yang tengah asik mengintip acara nge-date briang dan ipe. Saat di tanya ghena, dia malah kabur.

Ghena mulai sadar apa yang kepin rasain, kepin nggak mau kehilangan ipe. Tapi ini hanya sekedar prediksi ghena aja. Tapi entah mengapa ghena yakin dengan prediksinyaa di tambah feeling nyaa yang terus bertambah kuat tentang kepin memang benar-benar menyukai ipe. Tak hanya itu, ghena melihat sorot mata yang berbeda di mata kepin saat melihat ipe.

tersenyum.



Ghena melihat kepin tangah asik dengan bukunya, mungkin ini saat yang tepat buat gue tanya soal perasaannya ke ipe. Pikir ghena.



“pin.” Sapanya lalu duduk disampingnya tanpa menunggu dipersilahkan.

“hmm.” Jawab nyaa singkat. Matanyaa masih tepaku pada deretan-deretan abjad yang tersusun dengan rapi.

“gue mau ngomong penting.” Ujar ghena ragu. Tapi tetap saja kepin tidak perpaling dari bukunya.

“apa?” jawabnyaa dingin. Sepertinyaa dia terlalu tenggelam dalam bukunyaa.

“soal ipe.” Kepin menutup bukunya dan langsung menoleh ke arah ghena. Jelas ghena terkejut, baru pertama kali ini dia bertatapan sedekat ini. kepin mengenyitkan dahinya. Nampak ada tanda tanya yang besar !!

“lo suka sama ipe ?” tanya Ghena bergetar. Sepertinya dia salah mengucapkannya. Kepin langsung melanjutkan mambaca bukunya yang sempat dia tutup.

“jawab. Pin !!!” desak ghena. Ghena memang takut. Tapi, ghena benar-benar butuh jawaban pasti.

Kepin masih diam dan pandangannya tetap fokus pada buku yang sedang dia baca.

“kepin. Tolong jawab gue kalo lo bener-bener punya perasaan sama ipe"

“dari mana lo tau itu semua ?” tanya nya sedikit kikuk.

“dari mata lo, dari kelakuan lo yang tambah aneh sejak lo tau kalau ipe pacaran sama sahabat lo sendiri. Dan ....”

“dan apa? Cepet !!!”

“dan lo sering ikut mbuntutin mereka kemana pun mereka pergi.”

“tau dari mana lo kalo gue sering ngikutin mereka ?” tanya kepin dingin dan kembali menatap ghena tajam.

“gguuu..guu....gguueee.. gak sengaja liat lo. Dan apa lo nggak inget kalo lo pernah gue samperin beberapa kali tapi lo malah kabur gitu aja.” Jelas ghena yang masih trothokan.

“kalau iya kenapa?” tanya nyaa dingin. Ghena mati kutu, dia tidak tau apa yang harus dia jawab tapi mendengar jawabannya, ghena merasakan suatu kesenangan tersendiri dihatinya. Apapun itu !!!

“sekarang gue mau tanya..” lagi-lagi kepin menatap ghena tajam. “lo cintakan sama briang?” lanjutnya dengan tatapan penuh arti.





JEEEDDDEEERRRRRR



Pertanyaan itu bagaikan petir yang menyambar ria di hatinyaa. Dia semakin bingung dengan perasaannya. Ghena terdiam sejenak dan nampak berfikir. Kepin masih saja belum melepas tatapannya, ghena semakin takut dengan tatapan itu ia hanya mengangguk pasrah. Terlihat senyuman terlukis dibibir kepin yang mungil sedikit mancung itu. “bagus” gumannya pelan lalu kembali menatap buka yang sedari tadi dibacanya.

Ghena menatap kepin dengan penuh arti.apa maksud kepin berkata demikian. Ghena hanya bisa diam di samping kepin tidak ada pembicaraan sama sekali. Gosip ? nggak mungkin rasanya ghena membahas hal itu dengan kepin, jelas kepin sudah merasa jijik dulu mendengarnyaa, apalagi sampai ngobrol.

Akhirnya, suasana dingin itu terpecahkan dengan kehadiran villa.



“cciiieeeeeeee yang berduan aja di kelas.” Ledek villa

Ghena dan kepin tetap diam, tidak ada diantara mereka yang mau menjawab. Villa mendekati ke dua sahabatnya yang terlihat tak bersemangat, nampaknya villa dapat membaca perasaan kedua sahabatnya. “pergi ke taman belakang sekolah, hari ini kita bolos pelajarannya bu Winda.” Bisik villa dengan bibir yang tersungging.

Ghena dan kepin saling memandang. Sepertinya yang mereka pikirkan sama, bingung. Yahh.. mungkin itu satu-satunyaa yang ada di otak ghena dan alvin. Tak seperti biasanya villa mengajak bolos. Villa selalu tidak mau jika di ajak bolos, pernah villa di ajak membolos alhasil villa menangis saat sudah ada di luar sekolahan. Hhaha :DD itu memang sedikit memalukan apalagi mendengar alasannya tidak mau karena takut di D.O dari sekolahan.

“ayo.. cepetan !!! keburu ketahuan.” Paksanya lagi. Mau tak mau ghena dan kepin mengikuti permintaan villa. Mereka berjalan dengan gontai mengikuti langkah villa yang bisa bersemangat itu.



*****

“kalian duduk !!!” perintah villa ketus.

“ada apa sih vill ? nggak biasanya aja.” Kata ghena yang sudah tak habis pikir.

Villa tak langsung menjawab, dia malah duduk diantara kedua sahabatnya. Dia menggenggam tangan ghena dan kepin.

“kalian nggak suka kan briang jadian sama ipe ?” tanya Villa hati-hati. Kepin langsung menepis tangannya yang di genggam villa, sedangkan ghena hanya diam.

“kalau jujur ya, geue gak suka mereka jadian.” Kata villa menatap lurus kedepan. Kepin dan ghena memandang villa lalu mereka saling bertatapan.

“kok gitu?” tanya ghena penasaran.

“gue lebih suka lo jadian sama briang.” Kata vila menoleh ke arah ghena. “dan gue lebih suka kalau lo berani ngungkapin perasaan lo ke ipe.” Lanjutnyaa yang kini beralih menatap kepin.

“sekarang kalian jujur. Kalian juga gak suka kan kalau mereka (briang-ipe) jadian. Dan gue juga tau, kalau kalian lagi ngerasain broken heart.”

Ghena dan Kepin hanya diam, tidak menolak ataupun menerima tanggapan itu. “ayolah, kalian jujur sama gue.” Pinta Villa memelas.

“iyaa.. gue emang suka sama Ipe sejak pertama dia masuk tapi gue gak tau apa yang harus gue lakuin setelah mendengar pertanyaan Briang waktu itu.” Terang Kepin.

“lo?” tanya villa menghadap ghena.

“gue bingung vill, gue gak tau apa yang gue rasain. Gue gak tau apa bener gue suka sama briang. Yang gue rasain gue gak mau kehilangan perhatian yang dia kasih ke gue, gue gak mau perhatian briang kini buat ipe.” Tangis Ghena memeluk villa.

Villa membalas pelukan ghena dan mengelus rambut agi pelan seolah-olah mengerti perasaan sahabatnya. Villa perlahan melepas pelukan villa, menatap ghena dengan sendu. “ percaya, cinta kalian gak bertepuk sebelah tangan.” Ucap nyaa pelan.

“maksud lo vill ?” tanya Ghena menghapus air matanya.

“cinta kita jelas-jelas udah bertepuk sebelah tangan, lo kan udah tau sendiri mereka sudah resmi pacaran.” Kepin ikut angkat bicara, karena mendengar presefsi villa yang menurutnya kurang tepat.

“asal lo tau ya, briang itu sebenernyaa masih ragu sama perasaannya. Begitu pula dengan Ipe. Dan kalau ipe emang bener-bener mau jadi pacarnya briang ya wajar lah kalau dia ga nolak _________” jelas villa menggantung.

“ga nolak apa vill ?” tanya ghena penasaran.

“hhmm.... gak ada salahnya kan kalau ipe seharusnya gak nolak dapet first kiss dari briang” ucap nyaa sedikit ragu, takut-takut ghena malah menjadi sakit dengan ucapannya.

“jadi... briang sempet ......” belum selesai kepin menjawab sudah di potong Villa “dan ipe ga mau.” Tegasnya kepada kepin.



Sejenak mereka terdiam. Ghena terlihat tengah berfikir, rumit rasaanya kalau harus mendiskripsikan ekspresinya, karena kalau di lihat-lihat seperti orang yang harus mengerjakan soal ujian sebanyak 100 dalam waktu 60 menit.

“lo tau dari mana ?” tanya ghena.

“bukan dari siapa-siapa, gue tau sendiri.” Jawabnya santai.

“vill, lo tau dari mana kalau perasaan mereka memang masing ragu, jangan kasih gue harapan kosong.” Kata kepin dingin.

“gue liat dari mata mereka. Dan gue gak pernah ngasih harapan kosong kesiapa pun. Gue mau balik, ini udah jam pulang.” Villa lagi-lagi tenang saat menjawab, kini ia beranjak pergi dari taman belakang sekolah.



Bersambung .....................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar