Senin, 04 Juli 2011

Misteri Diary Putih Berdarah (COPAS!! By: Chee Fa) -Part 2-

#####################


*skippp.



@kamar ipe.

Ipe termenung di balkon rumahnya. Mengingat sesosok pria yaa ... yaaa bisa bikin shilla sedikit mati penasaran tentang cowok itu. ‘Dia begitu dingin tapi kenapa gue ngrasain sesuatu hal yang berbeda dari dia. Ada sesuatu yang narik gue untuk dekat sama dia. Tapi kenapa ?’ batin ipe memegangi diary nya.

“hah ? sampul belakang belum kering ?” ipe tergejolak saat memegang bagian belakang sampul diary itu terdapat darah yang belum kering.

‘ipe, tenang. Nggak ada apa-apa !! loe nggak akan kenapa-kenapa. Santai ipe, percaya nggak ada apa-apa. Sekarang loe tidur !!! tidur ipe.’ Gumam ipe mulai ketakutan lalu melempar buku diary itu ke atas meja lalu menjatuhkan tubuhnya di kasur.

Ipe pun mulai terlelap, tiba-toba kordennya bergerak kencang, ipe pun mulai merasakan dinginnya angin yang menjalar di setiap tubuhnya. Ipe perlahan membuka matanya dia melihat sesosok wanita berada di depannya.

Putih, kurus, tinggi, Berlumuran darah, berambut panjang dengan pakaian serba putih mendekati meja belajar ipe yang kebetulan terdapat diary berdarah itu. Wanita itu menyentuh diary itu lalu kembali menatap ipe. Ipe hanya bisa memegang erat selimut yang menyelimutinya sungguh ingin dia menjerit sekuat tenaga namun apa daya, dirinya bukanlah seseorang yang pemberani, berani melawan ketakutan !!! Ipe terlalu takut hingga saat makhluk tersebut semakin dekat ia hanya bisa mengubur dirinya di bawah selimut dengan keringat dingin yang membasahi nyaa.



BRAKK ...



Ntah itu suara apa namun Ipe menutup rapat-rapat kedua bola matanya hingga ia merasakan hembusan yang begitu kencang bak angin tornado namun dia merasakan sesuatu hal yang berbeda, ia merasakan sebuah ketenangan hati. Ipe mencoba memberanikan diri untuk melihat semua kejadian itu di balik selimutnya.

‘putih, tinggi, dingin, membawa kedamaian ?’ guman ipe pelan.

Sesosok makhluk cowok yang ipe lihat menghampiri wanita bertubuh kurus tinggi berlumauran darah itu. Sesosok lelaki itu menuntun wanita itu keluar dari kamar ipe yang sudah berada di dekat ranjang itu. Mereka pergi menghilang menembus tembok kamar ipe.

Ipe bangun posisi tidurnya iya ubah menjadi duduk.

‘ya allah, siapa mereka ? siapa wanita itu. Mengapa dia menghampiri kuu. Apa salahkuu hingga dia menghantui kuu, gue kan nggak punya temen yang udah mati. Apa dia pemilik diary itu ? tapii apa maksud dia kemari ? dann lelaki itu ???? sebenarnyaaa apaaaa yang terjadii ??????’ triak ipe dalam hati.

Ipe berusaha menenangkan dirinya. Dia kembali menenggelamkan tubuhnya, ipe berusaha mati-matian untuk menutup matanya agar melupakan semua kejadian itu.

(。◕‿◕。)








Keesokan harinya


“AAAAAAARRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHH” teriak ipe terbangun.

Mama ipe yang mendengar putrinya langsung naik untuk melihat putrinya itu.

“sayang kamu kenapa ?” tanya mama Ipe panik.

“iit ... ttuu maa ... daa ,, da ,, darah di kamar ipe.” Jawab ipe yang mesih ngos-ngosan <?>

“darah ??? ipe sayang. Kamar kamu bersih, nggak ada setetes darah di kamar kamu.” Ucap mama ipe tak percaya.

“ma . ipe nggak bohong !!! lantai yang mama injak itu darah !!!” ucap ipe meyakinkan mamanya.

“nggak ada darah sayang. Kamu percaya deh sama mama, mungkin kamu Cuma mimpi aja.” Ucap mama ipe lembut, memahami isi hati anaknya.

“nggak ma !!! ini beneran !!! ipe nggak ngigo maa !!!” ipe meyakinkan mamanya lagi.

“udah, nggak ada kok sayang. Percaya yaa sama mama. Sekarang kamu mandi lalu sekolah nanti telat lagi.”

Ipe hanya mengangguk pelan.

“diary !!!” guman ipe saat mama ipe keluar kamar.

Cepat-cepat ipe bangun dan mengambil diary itu yang masih ada di meja belajarnya. Posisinya tidak berubah, hanya darah yang di diary itu kini bertambah banyak dan beberapa halaman mulai luntur karena darah yang masih segar itu.

Dengan perasaan takut, gelisah dan penasaran bercampur aduk menjadi satu. Perlahan namun pasti, ipe membuka diary.



HARI INI LOE AKAN MERASAKAN ARTI HIDUP YANG SEBENARNYA !!!

TUNJUKIN KE PEDULIAN LOE KEPADA SAHABAT LOE !!!

LOE JANGAN BANYAK NANYA !!!

INGET !!! LOE NGGAK USAH BANYAK NANYA !!!

KALO LOE TANYA, LOE BAKALAN NYESEL !!!!!!





“pertanyaan ? emang apa yang harus gue dan gue nggak boleh nanya sama siapa ? terus apa maksud tunjukin kepedulian loe, tapi gue nggak boleh nanya ?” pikir ipe.







*skippp





@SMA Kepiting Asam Manis

Ipe yang sedang santai berjalan menuju kelasnya merasa ada yang memanggilnya dari belakang.

“pe....ipee....ipee...” panggil orang tersebut dari belakang. Ipe pun menoleh.

“kenapa ?” tanya ipe dingin.

“ikut gue sekarang.” Jawab cowok itu lalu menarik ipe.







@(ᵕ.ᵕ)@

“loe ngapain bawa gue kemari sii bri ?” tanya ipe.

“loe tau nggak, villa sama kepin sekarang koma di rumah sakit.”

‘gue tanya sebabnyaa atau nggak nih ? tapi kalau gue tanya ???? tanya enggak tanya nggak.’ Batin ipe bimbang.

“pe, loe kenapa ngelamun. Loe nggak tau soal ini ?” tanya cowok itu yang di panggil ‘bri’

Ipe hanya menggeleng.

“Briaannggg” teriak seseorang di belakang mereka.

“loe ghen ? kenapa ?” tanya cowok itu yang ternyata briang.

“loe udah njengukin kepin sama villa belum ?” tanya ghena yang masih ngos-ngosan.

“belum. Loe ?”

“udah. Mereka satu rumah sakit Cuma beda kamar aja, tadi malem villa sempet siuman ta... taapiii.....” kata ghena menggantung.

“tapi kenapa ghen ?” tanya briang sambil mengguncangkan tubuh ghena.

“tapii itu, ghena siumannya aneh. Tangan nyaa itu kaya lagi buka buku gitu.” Jawab ghena.

“buka buku.” Guman ipe lirih namun terdengar oleh briang dan ghena.

“kenapa ?” tanya BriGhen kompak.

“hah ? ngg ... nggak kok.” Jawab ipe gugup.

“ya udah kita ke kelas yuk.” Ajak ghena.

“eitss ... loe belum cerita keadaannya kepin.” Ucap briang sambil menarik kerah ghena.

“ih, ngapain narik kerah gue ?” tanya ghena risih.

“bawel !!! cepet cerita !!!” pinta briang.

“gue belum njengukin dia, dia masuk rumah sakit baru tadi malem jam 00.00 . katanya sii kepin itu ....” ucap ghena menggantung.

“kepin kenapa ?” tanya ipe yang mendadak jadi panik.

“kepin kecelakaan di komplek ............” ghena menggantungkan kalimatnya.

“komplek mana ghen ?” paksa ipe.

“kompleks ..........” ghena berusaha mengingat. “kompleks melati blok C di jalan kebon sakti.”

“hah ?” hanya satu kata itulah yang terucap.

‘itu kan kompleks gue, kenapa dia ada disana ? apa tadi malem suaraaa .............’ batin ipe.

“pe, loe kenapa ?” tanya ghena.

“hah ? ng .. nggak papa kok ghen. Terus villa kenapa bisa masuk rumah sakit ?” tanya ipe mengalihkan pembicaraan.

“dia kecelakaan dia hampir masuk jurang waktu mau njenguk neneknya ke daerah bandung.” Cerita ghena

“ya udah kita balik ke kelas aja. Nanti pulang sekolah kita langsung ke rumah sakit.” Ucap briang bijak.




Bersambung .................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar