Sabtu, 30 Juli 2011

Misteri Diary Putih Berdarah (COPAS!! By: Chee Fa) -Part 5-

***

Malam hari yang suntuk. Membuat ipe susah untuk ke alam mimpi. Pikirannya terus melayang entah kemana. Oh my God, hal ini terulang lagi. Pikirnya saat merasakan Angin yang bertiup kencang dan membuat jendela kamar Ipe terbuka lebar. Ya, memang benar-benar terjadi. Sesosok makhluk perempuan kini datang lagi menghantuinya. Perempuan itu semakin mendekat- mendekat lagi dan kini jarak mereka tak terlalu jauh. Samar-samar ipe mengenali wajah sesosok itu, dia begitu mirip dengan sahabat nyaa. Villa. Apa mungkin itu villa ? nggak, itu nggak mungkin. Villa telah sembuh dari luka parahnya, jadi nggak mungkin dia kembali menghantuinya.

“kepinnn... tolong.” Ucapnyaa pelan. Entah apa yang ipe pikirkan namun hanya kata itu yang bisa terucap dibibir manis nyaa.

Sesosok itu mungkin mendengar ucapan Ipe, selang beberapa detik kemudian dia hilang. Datang tak di undang pulang di antar. Tapi lebih tepatnya dia tidak seperti Jalangkung. Dia lebih mirip dengan K U N T I L A N A K.

Tubuh ipe bergetar, dia tak sanggup akan yang dia liat untuk sekian kali nyaa, dan ini lah yang paling parah dari padaa sebelumnya. Hiuh .. setidaknya ipe masih bernafas lega karena dia tidak di makan dibunuh ataupun di cekik.

Tapi kenapa kata yang harus terucap adalah KEPIN. Bukan seharusnya B R I A N G yang notabane adalah pacarnya ? Emang benar, ada rahasia dibalik rahasia.



Ipe mencoba memejamkan matanya. Baru 10 menit shilla terlelap jam wekernya berbunyi nyaring. Ipe terbelalak melihat jamnya sudah jam setengah 6. Dengan keadaan setengah sadar Ipe berlari ke kamar mandi tiba-tiba.

B R U U K K K

Ipe menabrak meja belajarnya, syukurlah dengan begitu kesadaran Ipe hampir 100%. Nampaknya acara mandi sedikkit tertunda. Ipe kaget dengan D I A R Y itu. Ipe baru ingat kemarin dia lupa membaca diary itu. Dengan secepat kilat ipe menyambar diary itu lalu duduk manis sambil membaca nyaa



LOE LUPA HAH? DALAM ATURAN GAK ADA KATA LUPA. INGET GAK LOE HAH? LOE UDAH NGINGKARI JANJI LOE. JANGAN HARAP LOE BISA SENENG HIDUP DI DUNIA !!! APALAGI AKHIR-AKHIR INI. HHUHUHU. SELAMAT YAA J TAPI JANGAN HARAP LO BAHAGIA. LO BAKALAN NYAKITIN ORANG YANG DISEKITAR LO. HHAHAHA SELAMAT BERSIAL-SIAL.. YUUHHHUUU :PPP



JANGAN BUKA HALAMAN SEBELUMNYA. KALO LOE BUKA !!! HIDUP LOE BENAR-BENAR HANCUR. HHAHAHA :DDD



ASAL LO TAU. DIA !!! GAK BAKALAN ADA SAAT LO BUTUH DIA !!! EMANG ENAK..

HHIHIHI :DDD



BUKA MATA YA NENG !!





Ipe menutup buku itu, dia terdiam. Ntah apa yang ada dipikirannya. Dia takut. Takut kalau hal itu benar-benar terjadi, dan jika terjadi apa yang harus dilakukannya ? dan sebenarnya apa gue lakuin ? dan kenapa bisa bikin nyakitin sahabat gue ? apa ? apa !? apaaaa... ini menyangkut ..........

Belum selesai ipe berfikir keras setelah bangun tidur dari malem yang tidak menyenangkan itu. Mama nyaa sudah meneriaki dia dari bawah.

“SSSHHHHHHHIIIILLLLLLLAAAAAAAAA !!!!!!!!! CCEEEEEPPPPPPPPEEEEEETTTTTTTAAAAANNNNNNN TTTUUUURRRRRRUUUNNNNNNN !!!!!! BRIANG UDAH NUNGGUIN KAMU !!!”

Ya kurang lebih seperti itulah, mama nyaa berteriak.

“briang.. Yaa..” gumannya pelan lalu menyambar cepat handuknyaa.


***


“heii, bri. Sorry nunggu lama. Lo sii gak bilang kalau mau njemput gue. Untung gue belum berangkat. Kalau udah ? gimana hayoo... kan sia-sia.” Briang hanya bisaa menganga mendengar rentetan kereta api yang keluar dari pacarnya.

“ipe...ipe.” Guman mama ipe sambil geleng-geleng.

“Ayooo... berangkat.” Ipe menarik tangan Briang.

“tapi..”

“udah ayoo.... ddaaadddaaaaaaaaaaahhhhhhh mmaaaaammmaaa” teriaknyaa keluar rumah.

“permisii yaa tante.” Teriak briang nggak kalah kenceng.

“dasar anak muda”



***



Ini adalah hari pertama briang dan ipe berangkat bersamaan dan berstatus PACARAN !!! mungkin hari ini bakalan ada badai yang bakalan menerpa ni sekolahan.

Jelas saja, briang adalah most wanted di sekolah dan ipe siswa baru yang bisa dengan cepat memperoleh perhatian khusus dari briang. Ipe berjalan menggandeng erat tangan briang, dengan alasan takut kalau ada sesuatu yang menimpanya. Yaa... makhlum lah, si briang punya segudang fanss yang super duper bejibun.

Ipe dengan jelas mendengar decak gosip tak mengenakan di telinganya. Aduhh.. itu semua nggak ada dipikiran ipe. Briang mempercepat langkahnya, dia tau seberapa ketakutannya ipe terhadap fans fanatik nyaa briang. Pernah briang membuang tisu setelah untuk mengelap keringatnya dan ternyata malah langsung diperebutin banyak anak. Gila aja. Tisu bekas direbutin. Dan pernah ada yang rela dandan menor untuk mendapat perhatian dari briang dan alhasil dia malah dipanggil kepsek gara-gara dandanannyaa yang bisa dibilang mau kondangan.


*****


“PPPIIIIILLLLLLAAAAA !!!!!!! LO UDAH BERANGKAT SEKOLAH ? KAPAN PULANG DARI RUMAH SAKIT ??” tanyaa ipe yang masih diambang pintu dengan volume yang ngalahin toak masjid deket sekolahan.

“BERISIK !!!” jawabnyaa ketus sambil menutup telinganya.

“ekheemmm.... pasangan baru tuh.” Sindir ghen dengan senyum mengoda yang terlalu dipaksakan.

“apaan sih lo ghen.” Ipe malu-malu kucing alhasil malah mendorong kepin yang baru datang.

“heii, girl. Ngapain lo dorong-dorong gue ? gak suka ? nggak segitunyaa juga bisa kan ?” bentaknyaa keras.

“yah... in. Bukan maksud gue gitu. Ghena tuh !!” jawab ipe sambil menunjuk batang hidung ghena.

“nyehh... kenapa gue yang kena ?” tanya ghena merinding.

“udahlah.. gue mau bagi PJ nih.. pada mau kagak ?” sela briang merangkul pundak Ghena.

DEGGG

Dengan cepat ghena menepis tangan briang dengan kilat.



***



Ghena sekarang mulai yakin akan perasaannya terhadap briang setelah melihat adegan briang dan ipe di kantin yang saling suap-suapan itu.

Rasanya menjijikan dan membuat ghena enek dengan tingkah laku mereka.

Kini ghena mulai iri dengan perhatian briang yang sekarang hanya untuk ipe. Perhatian yang selama ini untuk ghena perlahan sirna diterpa angin yang kencang. Ghena akhir-akhir ini malah sering mengamati Kepin. Mengapa ? yaa.. mungkin karena setiap ghena melihat kepin pasti pendangannya ke arah ipe yang sedang bermesraan dengan briang, tak jarang ghena memergoki kepin yang tengah asik mengintip acara nge-date briang dan ipe. Saat di tanya ghena, dia malah kabur.

Ghena mulai sadar apa yang kepin rasain, kepin nggak mau kehilangan ipe. Tapi ini hanya sekedar prediksi ghena aja. Tapi entah mengapa ghena yakin dengan prediksinyaa di tambah feeling nyaa yang terus bertambah kuat tentang kepin memang benar-benar menyukai ipe. Tak hanya itu, ghena melihat sorot mata yang berbeda di mata kepin saat melihat ipe.

tersenyum.



Ghena melihat kepin tangah asik dengan bukunya, mungkin ini saat yang tepat buat gue tanya soal perasaannya ke ipe. Pikir ghena.



“pin.” Sapanya lalu duduk disampingnya tanpa menunggu dipersilahkan.

“hmm.” Jawab nyaa singkat. Matanyaa masih tepaku pada deretan-deretan abjad yang tersusun dengan rapi.

“gue mau ngomong penting.” Ujar ghena ragu. Tapi tetap saja kepin tidak perpaling dari bukunya.

“apa?” jawabnyaa dingin. Sepertinyaa dia terlalu tenggelam dalam bukunyaa.

“soal ipe.” Kepin menutup bukunya dan langsung menoleh ke arah ghena. Jelas ghena terkejut, baru pertama kali ini dia bertatapan sedekat ini. kepin mengenyitkan dahinya. Nampak ada tanda tanya yang besar !!

“lo suka sama ipe ?” tanya Ghena bergetar. Sepertinya dia salah mengucapkannya. Kepin langsung melanjutkan mambaca bukunya yang sempat dia tutup.

“jawab. Pin !!!” desak ghena. Ghena memang takut. Tapi, ghena benar-benar butuh jawaban pasti.

Kepin masih diam dan pandangannya tetap fokus pada buku yang sedang dia baca.

“kepin. Tolong jawab gue kalo lo bener-bener punya perasaan sama ipe"

“dari mana lo tau itu semua ?” tanya nya sedikit kikuk.

“dari mata lo, dari kelakuan lo yang tambah aneh sejak lo tau kalau ipe pacaran sama sahabat lo sendiri. Dan ....”

“dan apa? Cepet !!!”

“dan lo sering ikut mbuntutin mereka kemana pun mereka pergi.”

“tau dari mana lo kalo gue sering ngikutin mereka ?” tanya kepin dingin dan kembali menatap ghena tajam.

“gguuu..guu....gguueee.. gak sengaja liat lo. Dan apa lo nggak inget kalo lo pernah gue samperin beberapa kali tapi lo malah kabur gitu aja.” Jelas ghena yang masih trothokan.

“kalau iya kenapa?” tanya nyaa dingin. Ghena mati kutu, dia tidak tau apa yang harus dia jawab tapi mendengar jawabannya, ghena merasakan suatu kesenangan tersendiri dihatinya. Apapun itu !!!

“sekarang gue mau tanya..” lagi-lagi kepin menatap ghena tajam. “lo cintakan sama briang?” lanjutnya dengan tatapan penuh arti.





JEEEDDDEEERRRRRR



Pertanyaan itu bagaikan petir yang menyambar ria di hatinyaa. Dia semakin bingung dengan perasaannya. Ghena terdiam sejenak dan nampak berfikir. Kepin masih saja belum melepas tatapannya, ghena semakin takut dengan tatapan itu ia hanya mengangguk pasrah. Terlihat senyuman terlukis dibibir kepin yang mungil sedikit mancung itu. “bagus” gumannya pelan lalu kembali menatap buka yang sedari tadi dibacanya.

Ghena menatap kepin dengan penuh arti.apa maksud kepin berkata demikian. Ghena hanya bisa diam di samping kepin tidak ada pembicaraan sama sekali. Gosip ? nggak mungkin rasanya ghena membahas hal itu dengan kepin, jelas kepin sudah merasa jijik dulu mendengarnyaa, apalagi sampai ngobrol.

Akhirnya, suasana dingin itu terpecahkan dengan kehadiran villa.



“cciiieeeeeeee yang berduan aja di kelas.” Ledek villa

Ghena dan kepin tetap diam, tidak ada diantara mereka yang mau menjawab. Villa mendekati ke dua sahabatnya yang terlihat tak bersemangat, nampaknya villa dapat membaca perasaan kedua sahabatnya. “pergi ke taman belakang sekolah, hari ini kita bolos pelajarannya bu Winda.” Bisik villa dengan bibir yang tersungging.

Ghena dan kepin saling memandang. Sepertinya yang mereka pikirkan sama, bingung. Yahh.. mungkin itu satu-satunyaa yang ada di otak ghena dan alvin. Tak seperti biasanya villa mengajak bolos. Villa selalu tidak mau jika di ajak bolos, pernah villa di ajak membolos alhasil villa menangis saat sudah ada di luar sekolahan. Hhaha :DD itu memang sedikit memalukan apalagi mendengar alasannya tidak mau karena takut di D.O dari sekolahan.

“ayo.. cepetan !!! keburu ketahuan.” Paksanya lagi. Mau tak mau ghena dan kepin mengikuti permintaan villa. Mereka berjalan dengan gontai mengikuti langkah villa yang bisa bersemangat itu.



*****

“kalian duduk !!!” perintah villa ketus.

“ada apa sih vill ? nggak biasanya aja.” Kata ghena yang sudah tak habis pikir.

Villa tak langsung menjawab, dia malah duduk diantara kedua sahabatnya. Dia menggenggam tangan ghena dan kepin.

“kalian nggak suka kan briang jadian sama ipe ?” tanya Villa hati-hati. Kepin langsung menepis tangannya yang di genggam villa, sedangkan ghena hanya diam.

“kalau jujur ya, geue gak suka mereka jadian.” Kata villa menatap lurus kedepan. Kepin dan ghena memandang villa lalu mereka saling bertatapan.

“kok gitu?” tanya ghena penasaran.

“gue lebih suka lo jadian sama briang.” Kata vila menoleh ke arah ghena. “dan gue lebih suka kalau lo berani ngungkapin perasaan lo ke ipe.” Lanjutnyaa yang kini beralih menatap kepin.

“sekarang kalian jujur. Kalian juga gak suka kan kalau mereka (briang-ipe) jadian. Dan gue juga tau, kalau kalian lagi ngerasain broken heart.”

Ghena dan Kepin hanya diam, tidak menolak ataupun menerima tanggapan itu. “ayolah, kalian jujur sama gue.” Pinta Villa memelas.

“iyaa.. gue emang suka sama Ipe sejak pertama dia masuk tapi gue gak tau apa yang harus gue lakuin setelah mendengar pertanyaan Briang waktu itu.” Terang Kepin.

“lo?” tanya villa menghadap ghena.

“gue bingung vill, gue gak tau apa yang gue rasain. Gue gak tau apa bener gue suka sama briang. Yang gue rasain gue gak mau kehilangan perhatian yang dia kasih ke gue, gue gak mau perhatian briang kini buat ipe.” Tangis Ghena memeluk villa.

Villa membalas pelukan ghena dan mengelus rambut agi pelan seolah-olah mengerti perasaan sahabatnya. Villa perlahan melepas pelukan villa, menatap ghena dengan sendu. “ percaya, cinta kalian gak bertepuk sebelah tangan.” Ucap nyaa pelan.

“maksud lo vill ?” tanya Ghena menghapus air matanya.

“cinta kita jelas-jelas udah bertepuk sebelah tangan, lo kan udah tau sendiri mereka sudah resmi pacaran.” Kepin ikut angkat bicara, karena mendengar presefsi villa yang menurutnya kurang tepat.

“asal lo tau ya, briang itu sebenernyaa masih ragu sama perasaannya. Begitu pula dengan Ipe. Dan kalau ipe emang bener-bener mau jadi pacarnya briang ya wajar lah kalau dia ga nolak _________” jelas villa menggantung.

“ga nolak apa vill ?” tanya ghena penasaran.

“hhmm.... gak ada salahnya kan kalau ipe seharusnya gak nolak dapet first kiss dari briang” ucap nyaa sedikit ragu, takut-takut ghena malah menjadi sakit dengan ucapannya.

“jadi... briang sempet ......” belum selesai kepin menjawab sudah di potong Villa “dan ipe ga mau.” Tegasnya kepada kepin.



Sejenak mereka terdiam. Ghena terlihat tengah berfikir, rumit rasaanya kalau harus mendiskripsikan ekspresinya, karena kalau di lihat-lihat seperti orang yang harus mengerjakan soal ujian sebanyak 100 dalam waktu 60 menit.

“lo tau dari mana ?” tanya ghena.

“bukan dari siapa-siapa, gue tau sendiri.” Jawabnya santai.

“vill, lo tau dari mana kalau perasaan mereka memang masing ragu, jangan kasih gue harapan kosong.” Kata kepin dingin.

“gue liat dari mata mereka. Dan gue gak pernah ngasih harapan kosong kesiapa pun. Gue mau balik, ini udah jam pulang.” Villa lagi-lagi tenang saat menjawab, kini ia beranjak pergi dari taman belakang sekolah.



Bersambung .....................

Minggu, 24 Juli 2011

Misteri Diary Putih Berdarah (COPAS!! By: Chee Fa) -Part 4-

####################

Keesokan Harinya


Ipe yang saking terburu-buru nyaa pengen jemput kepin, ipe lupa membaca diary itu. Ternyata diluar rumah sudah ada briang yang siap njemput ipe.

“pagi banget sii bri ? emang kita mau kemana ?” tanya ipe.

“udah ayo masuk. Gue mau ngajak loe ke sesuatu tempat. Ayo, cepetan masuk !!!” paksa briang.

‘briang mau ngapain sii? Curiga gue ma dia.’ Batin ipe.



***


“turun.” Bentak briang. Ni anak kenapa sii? Kok jadi berubah, apa coba dia jadi marah-marah gitu ? batin ipe.

“bri, ni dimana ?” tanya ipe bergetar

“bagus kan?”. Ipe hanya mengangguk.

Memang tempat itu begitu indah, sejuk dan terasa damai.. burung masii terlihat berlalu lalang. Bunga-bunga kecil nan berwarna warni dan kupu-kupu yang turut menghiasi tempat ini.. surga. Guman ipe dalam hati.

“pe, gue mau ngomong sesuatu sama loe.” Ucap briang gugup. Tangannya menggenggam tangan ipe erat. Ipe merasakan tangan briang yang hangat dan bergetar.

“pe, gue sayang sama loe. Loe mau kan jadi cewek gue ?” tanya briang raguu. Ipe nampak berfikir. Ini bukan sesuatu hal mudah untuk dia jawab baginya. Ipe bingung apa yang harus dia jawab. Ipe selalu merasa bahagia dan nyaman bersama Briang di sisi lain entah mengapa bayang-bayang Kepin selalu ada dipikiran Ipe. Ipe enarik nafas panjang, ia hembuskan perlahan dan mengangguk pelan tanda dia mau menjadi seseorang untuk briang.

“loe serius mau jadi cewek gue?” tanya briang meyakinkan dirinya sendiri.

“iyaa, gue mau jadi cewek loe.” jawab Ipe pelan. Briang langsung memeluk Ipe. Selang beberapa detik berlalu Briang mengendurkan pelukannya. Kini wajahnya mendekati wajah ipe. Ipe takut dia benar-benar takut ipe akan merasakan hal itu untuk pertama kalinyaa. Kini wajah briang benar-benar dekat, dekat mungkin tinggal beberapa cm saja. Ipe pasrah, entah apa yang akan terjadi dengan dirinya, dia menutup mata. Tiba-tiba bayangan itu muncul kembali. Yapsss... bayangan kepin kini muncul kembali.

Sekuat tenaga ipe mendorong tubuh briang perlahan.

“maaf, kita harus jenguk kepin sekarang.” Ucap ipe bergetar lalu meninggalkan briang yang masih mematung.

***

“pin, sorry gue baru dateng. Loe udah nunggu lama ya ?” cerocos Ipe yang baru datang. Namun apa yang terjadi ??? kepin hanya tersenyum.. aaawwwww....senyumannyaa... huuaaaa. Teriak ipe dalam hati. Ipee !!! sadar,, loe dah punya briang, tapi kepin kannnn .

Ruangan kepin terasa sendu, entah apa yang dipikiran ipe ini, dia gundah akan keputusan yang dia ambil. Senyuman itu, yaa.. senyuman itu. Senyuman itu membuat hati ipe semakin gundah. Dia takut, takut akan keputusan yang dia ambil. Suasana nampak berbeda, ipe diam termenung di samping KEPIN, Briang, dan Ghena nampak sibuk membereskan barang-barang kepin. Sementara Villa ? dia kembali ke kamarnya menunggu dokter memeriksanya untuk kesekian kalinya.

“gue liat-liat, briang sama ghena cocok ya pe.” Guman Kepin yang pendangannya masih mengarah kedua sahabatnya yang sibuk membereskan barang-barangnya. Ipe diam, dia tersentak tak harus apa yang harus dia ucapkan.

“semoga mereka jodoh. Iya gak pe.” Kali ini kata-kata kepin sungguh bagaikan padang yang menusuk jiwanya. Tapi entah mengapa dengan hati ipe, seharusnya dia merasakan tusukan pedang itu tapi apaa, hati biasa saja malah merasa senang jika ghena yang menjadi jodoh briang. Yang ada dipikiran ipe hanya satu. BAGAIMANA JIKA KEPIN TAU ? dan apa yang harusnya diperbuat. Dan bagaimana jika kepin benar-benar tau. Memang aneh, ipe tak sepantasnya memikirkan hal itu, ipe ingin membuangnya tapi sekali dia ingin buang perasaan itu muncul dengan begitu dasyat bagaikan terkaman singa. Owh.. aneh.

“Pe, loe ngapain sih duduk disitu ? bantuin gue sama briang apa susahnya ? toh ini Cuma pekerjaan ringan.” Kata Ghena meyadarkan Ipe dari pikirannya yang entah bagaimana hal itu bisa terjadi.

“gue yang suruh dia, buat nemenin gue disini.” Sahut Kepin dengan santai.

DEG. Apa kepin juga suka sama gue? Tapi ... rasanya gak mungkin, dia begitu .... ah... gak mungkin.. gak.. gak mungkin.. pikir Ipe.

“Iya gue bantu,” kata ipe dengan berat hati. “gue gak enak sama mereka.” Lanjutnya meninggalkan kepin.

SEETTTTTT. Tangan kepin mencegat ipe untuk pergi. “temenin gue disini.” Ucapnya lirih. Ipe hanya bisa menurut, dia kembali duduk di dekat Kepin.

Kini pikirannya menjadi kacau. Apa yang ipe rasakan, mengapa dia bimbang padahal briang selalu membuat ipe tersenyum, tertawa dan merasakan sebuah kebahagiaan kerasnya hidup. Sedangkan kepin, dia selalu bersikap diingin dia bagai raja es di kutub utara. Sikapnya begitu aneh. Dan mengapa ipe merasakan sebuah kebimbangan padahal pilihan sudah jelas, briang lebih baik dari pada kepin untuk dirinya.



“pin, balik sekarang ?” kata Ghena membangunkan lamunan yang kedua kalinya.

“nanti nunggu bonyok gue. Kita ke ruangan Villa dulu.” Jawabnya santai.

Ghena yang hendak mendorong kursi roda kepin tiba-tiba tangannya diusirnya, “biar ipe aja.” Katanya lirih namun dapat terdengar kami berempat. Ipe memandang briang, hanya sunggingan bibir. Ipe mengerti, briang memperbolehkan tiada perasaan cemburu di paras wajahnya, dia terlihat begitu santai. Kenapa ? kenapa ? kenapa ? hanya itu lah yang terlontar dipikiran Ipe.

***

“haii vill.” Sapa kepin dan ipe bersamaan.

“echiiiieeeeee...” villa mengoda. Dia hanya senyum-senyum.

“apaan sih vill ?” ipe mencoba menyembunyikan perasaan malu nyaa tapi apa dikata, pipinya terlanjur memerah.

“eh, gue punya kabar gembira buat loe semua.” Kata Briang setelah semuanya berada di sekeliling tempat tidur Villa.

“apaan ??” tanya Villa antusias.

“guee...” ucap briang menggantung. Tiba-tiba tangannya tersampir dipundak ipe dan sedikit menariknya. “ gue sama ipe baru aja jadian.” Lanjutnya.

Kini suasana terasa seperti bagai angin topan, dengan petir yang menyambar-nyambar, hujan deras mengguyur kalbu dan jantung ipe terasa tertusuk pedang yang di asah tujuh kali dengan air keramat. Dada Kepin sesak, kepalanya yang telah membaik kini terasa sakit. Ghena ??? hatinya hancur berkeping-keping bagai dihantam sebuah palu yang begitu beasar berdiameter 700 meter dengan berat 88 ton. Sedangkan villa hanya bisa tersenyum. Entah senyum apaa yang dia lontarkan tapi ipe bisa menangkap senyumnya bukan seyuman kebahagiaan. Dan yang dirasakan Briang tak lain dan tak bukan adalah sama seperti yang lainya. Briang merasa takut jika ghena mendengar ini semua menjadi menghindar dan lebih parahnya jika ghena benar-benar mempunyai perasaan terhadap diri. Aneh.. seharusnya briang tidak memikirkan ghena, seharus nya Ipe. Tapi entah mengapa hal itu bisa terjadi.

Suasana terasa runyam sunyam dan terbengakalai, sepertinya baru saja terjadi gempa yang benar-benar dasyat. Sepi bagai di tenagh hutan yang benar-benar sepi.

Sungguh Ipe dan Briang sayangkan. Tidak ada satupun yang mengatakan congrat, selamat ataupun apa. Tiba-tiba kesunyian itu terpecahkan dengan datangnya dokter yang akan memeriksa Villa.

“maaf ya, bisa keluar sebentar.” Pinta dokter itu dengan lembut.

Semuanya mengangguk dan meninggalkan ruangan Villa.

“gue ke toilet dulu.” Ucap Ghena di ambang pintu. Suaranya bergetar. Nampaknya dia sedikit terpukul.

“gue ke kamar dulu.” Lanjut Kepin sambil berlalu menjalankan kursi rodanya sendiri. Awalnya memang ipe ingin mengantarkannya tapi tangan ipe di tepis dengan lembut oleh kepin.



***

GHENA P.O.V

Jadi bener yang briang bilang kemarin. Bodoh !!! kenapa gue gak larang dia. apa yang gue rasain. Kenapa gue kaya gini. Kenapa? Kenapa gue gak rela briang menjadi milik ipe. Kenapa ? seharusnya gue nerima kenyataan ini toh itu memang yang terbaik buat mereka. Apa gue suka sama Briang? Gak-gak-gak itu gak mungkin !!! gak mungkin. Arrgggggggghhhhhh gue mikir apa sih. Ucap ghena di salah satu bilik toilet posisinya jongkok meremas-remas kepalanya sekuat tenaga, sepertinya Ghena memang tidak bisa menerima keadaan ini.



KEPIN P.O.V

Emang seharusnya gue sadar dari dulu. Ipe itu gak suka sama loe, Pin. Sekarang gue harus berbuat apa? Ipe udah jadi milik Briang, sahabat gue sendiri. Apa gue harus ngerebutnya ?? gak !!! gue gak akan sekeji itu. Gue harus bisa buang perasaan gue itu gue harus ikhlasin Ipe. Haruss.. LOE PASTI BISA PIN !!!! Kepin menyemangati dirinya sendiri nyaa kini benar-benar hancur.



VILLA P.OV

Untung dokternya cepat dateng. Hiuh... gue kok ngerasaain keganjalan ya? Nanti malem gue harus bisa cari tau !!! tekat villa saat dokter masih memeriksanya.



Briang dan Ipe duduk di kursi tunggu. Tidak ada diantara mereka yang salang mengucapkan sepatah kata. Mereka saling diam, menunggu keadaan kembali seperti semula. Lagian mereka sama-sama tidak tau apa yang akan mereka bicarakan.


***


Malam telah tiba. Ipe kembali pulang diantarkan Briang. Hari ini benar-benar kacau sungguh semuanya diluar dugaan. Astaga..

Ipe merebahkan dirinya dikasurnya. Pikirannya kacau. Ragu dan bimbang menjalani hubungannya dengan kekasih barunyaa. BRIANG AUTIS KRITIS. Itu semua berawal dari Kepin, ya.. kepin lah yang telah memunculkan keraguan dihati Ipe. Arrggghhhhhhhhh. Kenapa kepin ? kenapa ? dulu selalu menjauh setelah gue sama orang yang sayang sama gue. Dia muncul membawa sesuatu yang buat gue ragu njalani hubungan ini ? apa gue gak sayang sama briang. ARGGGGGGGGGGhhhhhhhh tau ahh gelap. Gue mau tidur. BOMAT-BOMAT-BOMAT !!! pikirnya lalu mengburkan wajahnya pada bantal. <?>




Bersambung.........

Sabtu, 23 Juli 2011

Playboy Tobat *Part 5*

#######################


Di pagi yang cerah ini, Panci berencana untuk keliling kompleks sekaligus lari pagi. Berhubung hari ini hari minggu, Panci mengisi waktu luangnya untuk jalan-jalan keliling kompleks ._.v

"Maaa, Panci pergi dulu yaa" pamit Panci

"Mau kemana sayang?" tanya Mamanya yang baru saja dari dapur

"Mau keliling kompleks ma, sekalian lari pagi" jawab Panci

"Oh yasudah, hati-hati ya nak"

"Iyaa.. Dah mama" Panci langsung ngacir keluar


***


"Hash...hesh...hosh... Capek juga ternyata lari pagi keliling kompleks selama hampir setengah jam" keluh Panci ngos-ngosan .-.

"Istirahat dulu dah" sambung Panci yang langsung duduk dibangku taman kompleks.

Ditaman situ, Panci melihat seorang gadis yang dikenalnya sedang lari pagi juga. Siapakah dia? Aku pun tak tau._.v
Yaps! Ternyata dia sundel bolong Villa. Langsung aja si Panci manggil Villa.

"Villa!" panggil Panci pada Villa

Villa menoleh "Oh hay Panci!"

"Sini vill istirahat dulu disini bareng gue" ajak Panci. Villa pun menurut sambil menghampiri Panci

"Lo abis lari pagi juga Nci?" tanya Villa yang duduk disebelah Panci

"Yoi. Lo juga ya?"

"Iya"

"Lo sering lari pagi ya setiap minggu?" tanya Panci

"Iya" jawab Villa

"Oh iya, lo haus kan? Nih buat lo" Panci memberi sebotol minuman pada Villa

"Eh gak usah. Buat lo aja, lagian gue gak terlalu haus kok" ucap Villa menolak

"Udah terima aja. Lagian gue tau kok lo pasti haus. Secara kan lo abis lari pagi, ya pastinya lo capek dan haus" kata Panci

"Hehe, iya sih. Thanks ya nci" ucap Villa menerima sebotol minuman dari Panci

"Sip, sama-sama" jawab Panci. Villa pun meneguk minuman yang diberi Panci tadi.

"Huaahh leganyaa" ucap Villa

"Vill, beli eskrim yuk!! Gue yang traktir deh" ajak Panci

"Tapi nci...." belum sempat Villa selesai bicara, si Panci udah langsung narik Villa.



@kedai eskrim

"Vill, lo mau eskrim rasa apa?" tanya Panci

"Emm.. Capuccino aja deh" jawab Villa

"Bang, eskrim Coklat satu sama eskrim Capuccino satu yaa" pesan Panci pada abang-abang tukang eskrim._.

"Baik dek" sahut abang tukang eskrim .-.

"Vill, duduk disitu yuk!!" ajak Panci. Villa hanya nurut aja.




"Nci, lo sering ke sini ya?" tanya Villa memulai pembicaraan

"Yaa kadang-kadang sih. Kenapa?" jawab dan tanya Panci

"Gak apa-apa, cuma nanya aja. Hehe" jawab Villa nyengir. Panci hanya tersenyum.

Tak berapa lama kemudian, pesanan mereka berdua pun datang~

"Ini dek eskrimnya" ucap Abang eskrim tadi

"Eh iya makasih ya bang" kata Panci

"Iya de" Abang eskrimnya langsung pergi ngelayanin pembeli yang lain ._.

"Dimakan dong vill eskrimnya" ujar Panci

"Ah..eh.. Iyaiya, ini mau dimakan" Villa langsung memakan eskrimnya. Karna Villa makan eskrim terburu-buru, sampe-sampe mulutnya belepotan -_-v

"Ya ampun Vill, makannya pelan-pelan dong. Jadi belepotan kan tuh" ucap Panci mengambil tissue disakunya. Lalu si Panci segera mengelap mulutnya Villa pake tissue *eaea-_-v
Mereka saling tatap-menatap. Ada rasa deg-degan diantara keduanya. Mungkinkah mereka jatuh cinta? Ikuti kisah selengkapnya hanya di Sekilas Info (?)

"Ah.. Thanks ya" ucap Villa langsung salting

"Iya sama-sama. Sorry ya gue lancang" kata Panci. Villa hanya tertunduk. Mungkin karna dia gak mau Panci ngeliat mukanya yang sekarang berubaaahhh total jadi merah *-*



***


"Kepin mana sih?! Katanya mau jemput gue. Tapi malah jam segini belom dateng" gerutu seorang gadis diluar rumahnya. Tak berapa lama kemudian, sebuah motor NinjaRR berhenti tepat didepan gadis itu.

"Ipe, sorry ya gue telat" ucap cowok yang mengendarai NinjaRR itu sambil melepas helmnya

"Hadeehh-_- Kepin...kepin.... Lo bilangnya mau jemput gue jam 10 kan?" tanya gadis yang bernama Ipe itu

"Iya" jawab cowok tadi yang ternyata si Kepin

"Trus sekarang udah jam berapa coba?" tanya Ipe sambil melipat kedua tangannya

"Sekarang jam ........... 10 lewat 20 menit. Hehe" jawab Kepin (nyengir) melihat jam tangannya

"Ngaret banget dah lo pin" ucap Ipe

"Hehehe, sorry pe._.v Yaudah, daripada buang-buang waktu, mending langsung aja berangkat. Cepet naik" ucap Kepin menyuruh Ipe menaiki motornya

"Iyaiya" Ipe pun menaiki motor Kepin

"Pegangan ye" ucap Kepin memakai helmnya lagi

"Dih ogah banget" kata Ipe melipat kedua tangannya (lagi)

"Yaudah, jangan salahin gue yaa kalo gue ngebut" Kepin menjalankan motornya ngebut._. Refleks Ipe langsung memeluk Kepin B)

"Kepin, pelan-pelan napa. Jangan ngebut!" kata Ipe takut dan masih dalam keadaan tangannya memeluk Kepin

"Udah lah lo tenang aja, gak bakal kenapa-napa kok" Kepin menambah kecepatannya. Ipe yang diboncengin Kepin hanya diam sambil komat-kamit gak jelas._.


...............................


@IPin Mall (?)

"Gilaa lo pin!! Hampir aja gue jantungan gara-gara lo tadi ngendarain motornya ngebut. Sarap lo-_-" gerutu Ipe

"Yaelah pe, itu belom seberapa. Gue udah biasa ngebut-ngebutan gitu. Jadi ya kalo tadi mah masih dibilang cemen lah" ucap Kepin menyepelekan

"Idih sarap lo! Lo tadi ngendarainnya udah TERLALU ngebut" ucap Ipe sambil memberi penekanan pada kata yang dicapslock

"Terserah lo dah. Yaudah yok ah langsung aja ke toko buku" ajak Kepin menarik tangan Ipe

"Gak usah narik-narik bisa kali -_-" gerutu Ipe




@Toko Buku

Kepin mengelilingi rak buku. Dia tengah mencari buku sejarah yang disuruh Pak Budi sang guru sejarah yang amat killer._.

"Pin, bukunya udah ketemu belom?" tanya Ipe

"Belom. Ini gue lagi nyari" jawab Kepin

Ipe menghampiri Kepin "Pantesan gak ketemu, lo aja nyarinya di tempat buku-buku resep memasak. Ya gak bakalan ketemua lah pin. Somplak-_-"

"Heh? Masa sih?" tanya Kepin watados

"Iya. Coba aja lo liat tulisan yang ada dirak buku itu" jawab Ipe menunjuk tulisan yang dimaksud

"Buku-buku Resep Memasak" Kepin membaca tulisan yang dimaksud Ipe. Kepin hanya cengar-cengir ke Ipe.

"Dasar gelo-_-"

"Hehehe sorry pe._.v Gue gak liat tadi" ucap Kepin nyengir

"Iya, mata lo merem alias sipit sih. Makanya gak keliatan tulisan segede itu" kata Ipe meledek Kepin

"Apa lo bilang? Gue sipit? Enak aja! Sorry ye, gue gak sipit" ucap Kepin melanjutkan pencariannya mencari buku sejarah

"Haha iya iya, gue cuma bercanda kali"


***


"Eh lep, si Kepin sama Panci kemana dah? Kok gak ngumpul bareng kita disini? Biasanya kan kalo libur kita ngumpul disini" tanya Aping sambil membetulkan senar gitarnya

"Kalo si Kepin sih katanya lagi ke toko buku. Kalo si Panci, gak tau kemana" jawab Lepty memainkan HPnya

"Hadeehh dasar-_-" Aping melanjutkan aktivitasnya yang sedang membetulkan senar gitarnya itu. Tak berapa lama kemudian, dua orang gadis datang menghampiri mereka.

"Hay semua" sapa salah satu gadis itu

"Eh hay senin" sahut Aping dan Lepty

"Oh iya, gue ganggu gak nih?" tanya Senin

"Engga kok, lagian kita disini cuma ngumpul-ngumpul doang" jawab Aping

"Ohehe. Oh iya, kenalin ini sepupu gue. Namanya Dindin, dia pindahan dari London" Senin memperkenalkan gadis yang ada disebelahnya itu

"Dindin"

"Aping"

"Dindin"

"Lepty"

"Oh iya nin, sepupu lo ini emang pindah ke Indonesia dan menetap disini atau cuma mau liburan aja?" tanya Aping

"Dia pindah dan akan menetap di Indonesia kok" jawab Senin

"Ohh.. Trus nanti dia mau sekolah dimana?" tanya Lepty

"Katanya dia mau disekolahin disekolah kita. Di SMA Bebek Punah" jawab Senin

"Oh.. Eh nin, dia bisa bahasa Indonesia?" tanya Lepty

"Tenang aja, walaupun gue tinggal di Landon, tapi gue tetep bisa bahasa Indonesia kok. Gue kan dulu pernah tinggal di Indonesia" jawab Dindin tersenyum

"Ohehe, gue kirain lo ngomongnya bahasa inggris terus._.v" ucap Lepty

"Hahaha engga lah" tangkis Dindin *udah kayak main badminton aja-_-*

"Oh ya din, kapan lo mau sekolah di SMA Bebek Punah?" tanya Aping

"Mungkin satu minggu lagi" jawab Dindin

"Hah? Lama amat" ucap Lepty

"Kan gue belom nyiapin semuanya. Kalo semuanya udah siap, baru deh gue sekolah di SMA Bebek Punah" jawab Dindin

"Oalaahh gitu toh" Aping membulatkan mulutnya berbentuk huruf 'o' (?)

"Eh iya, kok lo cuma berdua doang? Yang lain mana?" tanya Senin

"Kepin ke toko buku, kalo si Panci gak tau kemana" jawab Aping

"Oh, trus si Ojy?" tanya Senin lagi

"...."

"Woy kok pada diem sih?" tanya Senin

"Udah lah nin, lo gak usah nyebut-nyebut nama orang itu lagi. Gue udah muak dengernya" jawab Aping males-malesan, dan diikuti dengan anggukan dari Lepty

"Lho? Emangnya kalian sama dia kenapa? Bukannya kalian sama dia sahabatan ya?" tanya Senin

"Itu dulu, sekarang ENGGAK!! Dulu dia emang sahabat kita, tapi sekarang dia udah jadi musuh" jawab Aping

"Lho? Kok gitu sih?" tanya Senin yang semakin heran

"Beberapa hari yang lalu waktu kejadian gue sama Ojy berantem dikantin, persahabatan kita putus! Padahal kita udah sahabatan lamaa banget. Dan sekarang sifat Ojy berubah drastis banget. Sampai akhirnya persahabatan kita putus" jawab Aping

"Jadi....ini semua gara-gara gue? Maaf" ucap Senin lirih

"Gak kok, ini bukan salah lo" kata Aping menepuk pundak Senin

"Senin, pulang yukk!! Soalnya gue udah janji sama nyokap buat pulang cepet" ajak Dindin

"Iya. Aping, Lepty, gue sama Dindin pulang dulu ya. Bye" pamit Senin

"Bye"


#######################


Hhhiiiyyyyyaaaattttt!!! Akhirnya selesai juga gue ketik._. Tangal pegel euy .-.
Buat Dindin, tuuuhhh lo udah gue munculin di part 5~
See you next time~

Sabtu, 16 Juli 2011

Playboy Tobat *Part 4*

#########################


"Eh gue pulang bareng kalian yee" ucap Aping sambil membereskan buku-bukunya

"Lah? Tumben banget lo ping. Biasanya juga dijemput sama bokap lo" tanya Kepin

"Hehehe._.v Bokap gue katanya gak bisa jemput. Makanya gue mao pulang bareng kalian" jawab Aping nyengir ._.

"Heleehh yaudin lah. Yok pulang!!" Panci udah nyelonong duluan. Disusul pula Kepin, Lepty, dan Aping.


*****

Dijalan mereka mengobrol banyak. Ngobrol tentang pelajaran tadi lah, trus guru yang tadi killer lah, sampe ngebahas tentang ......................... hubungan persahabata mereka yang kiti telah pupus (?)

"Eh gue gak habis pikir, ternyata Ojy sifatnya berubah banget ya" ucap Kepin

"Yoi bradaahh!! Bener banget lo pin. Si Ojy sekarang berubah. Gak kayak dulu" sambung Panci

"Emang dulu si Ojy gimana sih?" tanya Lepty yang tidak tau sifat asli Ojy. Karna Lepty bersahabat dengan mereka sejak SMP. Kalo si Kepin, Panci, Aping, dan Ojy bersahabat sejak SD.

"Dulu tuh Ojy orangnya periang banget. Kalo kita sedih, atau ada masalah, pasti dia yang ngehibur kita. Pokoknya dulu tuh Ojy orangnya asik banget. Gak kayak sekarang, sekarang dia udah berubah banget" jawab Kepin tetap pandangannya lurus ke depan.

"Oh gitu toh" Lepty hanya membulatkan mulutnya (?)

Saat sedang tengah asyik mengobrol, tiba-tiba .............


BRUK!!


Si Lepty nabrak seorang cewek. Cewek itu hampir jatuh karna ditabrak Lepty tadi._. Daann....... Yap! Si Lepty narik tangan cewek itu supaya gak jatuh. Sekarang posisi mereka ......... kayak gimana ye.-. Susah dijelasin dah. Pokoknya kayak di pelem pelem gitu (?) ._.v
Lepty sama orang itu diam. Hening. Mereka saling tatapan mata. Ada rasa deg-degan saat mereka beratatap mata #eaea-_-v
Mungkinkah ini cinta pandangan pertama?? Oh tidak mungkin! Teriak Lepty dalam hati ._.


"CIE CIE CIEE" ledek teman-teman Lepty

Lepty dan cewek itu pun langsung salting ._.

"Thanks ya" ucap cewek itu

"Iya sama-sama. Oh iya nama lo siap...." belum sempat Lepty bertanya, orang itu langsung pergi

"Hey tunggu!" teriak Lepty. Tapi percuma, cewek itu sudah pergi.

Lepty melihat sapu tangan dibawah kakinya. Mungkin sapu tangan itu milik cewek tadi. Lalu Lepty mengambil sapu tangan itu. Dilihatnya sapu tangan itu, ada sebuah nama tertera di sapu tangan itu. 'Keket Angeline. Hmm.. Nama yang bagus' gumam Lepty dalam hati.

"Woy broo!! Jangan ngelamun mulu. Mentang-mentang abis ketemu cewek cakep. Haha" kata Panci menepuk pundak Lepty

"Dih ngaco lo! Udah yok balik" ajak Lepty sambil memasukkan sapu tangan itu ke dalam saku celananya

"Eeehhh tunggu-tunggu! Itu yang lo masukin ke saku celana apaan lep??" tanya Kepin

"Ah bukan apa-apa pin" jawab Lepty seadanya

"Yeee maen rahasia-rahasian segala nih anak-_- Cerita nape" ucap Kepin

"Iya iya besok gue ceritain. Sekarang kita balik aja dah. Keburu sore nih" kata Lepty

Kepin, Panci, Lepty, dan Aping pun pulang ke hutan #ehsalah._.v pulang ke rumah masing-masing~


*****

Malam harinya, si Lepty sedang duduk di meja belajarnya sambil memegang sapu tangan tadi.
"Hmm... Kalo menurut nama di sapu tangan ini, nama cewek tadi itu Keket. Oke gue harus kenalan sama dia. Dan besok pulang sekolah gue bakal nungguin dia ditempat tadi. Siapa tau aja cewek itu kalo pulang lewat tempat tadi. Hohoho" gumam Lepty

Lalu Lepty menaruh sapu tangan itu dan segera tidur~


*****


KEESOKAN HARINYA!


@SMA Bebek Punah =))


Kepin duduk sendiri dikelasnya. Dia sedang menunggu teman-temannya. Si Panci, Lepty, dan Aping pun belum datang juga.

"Ahelah tuh 3 kurcaci lama amat datengnya-_-" keluh Kepin sambil membaca komik

"DOOORRR!!!" teriak seseorang yang tiba-tiba datang mengagetkan Kepin

"Inalillahi Ipeeee-_- Bikin kaget aja lo. Untung ye gue gak punya penyakit jantung. Kalo punya mah sekarang jantung gue bisa copot kali-_-" kata Kepin ngaco --"

"Yee ngaco lo pin! Lagian gak sampe copot gitu juga kaliii. Lebay lo ah" ucap orang yang dipanggil 'Ipe' tadi

"Yang penting ganteng B)"

"Ngek-_- Eh eh, lo hari ini ada pelajaran IPS gak?" tanya Ipe

"Ada, tapi pelajaran terakhir. Kenapa?" jawab dan tanya Kepin

"Gue pinjem buku paket IPS doonnggg!! Gue lupa bawa nih. Mana IPS pelajaran pertama pula-_-" kata Ipe

"Oh yaudah tuh ambil aja ditas gue" ucap Kepin cuek

"Dih kesambet apaan lo tiba-tiba cuek gitu" ujar Ipe mengambil buku paket di dalam tas Kepin

"Setan alas kali (?)" Kepin kembali fokus pada komik yang dibaca tadi

'Dih nih anak aneh banget-_- Tau ah, gue balik ke kelas aja' gumam Ipe dalam hati sambil keluar kelas membawa buku paket Kepin


Tak berapa lama Ipe keluar, Panci, Lepty, dan Aping datang.

"Ciee yang lagi merana sendirian" ledek Aping menaruh tasnya disamping Kepin

"Apadah lo-_- ngapain juga gue merana. Kurang kerjaan banget" ucap Kepin kesal

"Yaelah gitu doang ngambek" kata Aping

"Siapa juga yang ngambek. Sotoy lo" ucap Kepin

"Masa sih? Ah abang Kepin bohong" ujar Aping mencolek Kepin sambil berlaga jadi banci -_-v

"Apiiinnngggg!!! Najis dah loooo!! Hush hush sana sana pergi menjauh dari gue! Gue masih normaaalll" teriak Kepin yang membuat teman-temannya menutup kupingnya-_-

"HUAHAHAHA" Lepty dan Panci hanya tertawa melihat kelakuan Kepin dan Aping

"Iihhh abang Kepin mah jahat! Aping kan celalu cayang abang Kepin" kata Aping dengan suara agak dicadelin.__. (ini masih kayak banci-_-)

"Ogah ogah ogah! Amit-amit cabang batang pohon dah-_- Mimpi apaaa gue semalem sampe digodain banci yang lepas dari kandangnya (?)" ucap Kepin komat-kamit gak jelas --"

"Eehh udah udah! Lo berdua aneh banget dah._." Panci berhenti tertawa

"Noh si Aping duluan-_-" kata Kepin menunjuk Aping

"Udah udah! Gue mau cerita nih" ucap Lepty

"Cerita apaan Lep?" tanya Panci

"Jadi gini, lo tau cewek yang kemarin kan?" Lepty mulai bercerita :o

"Oh cewek yang kemarin lo tabrak?" tanya Kepin

"Iya"

"Emang kenapa sama tuh cewek?" tanya Aping

"Hmm menurut lo cewek itu gimana?" tanya Lepty pada teman-temannya

"Menurut gue sih dia cantik. Dan keliatannya juga baik" jawab Panci yang diikuti dengan anggukan Kepin dan Aping

"Kenapa lo nanya gitu Lep? Lo suka ya sama cewek itu? CIEEE" tanya Kepin menggoda si Lepty (tapi bukan godain kayak si Aping tadi-_-)

"Apa deh lo pin-_- Belom juga gue kenal dia" ucap Lepty

"Kalo belom kenal ya kenalan doonngg" kata Kepin sambil membaca komiknya lagi .-.

"Betul tuh kata si kepin" tambah Aping

"Iya iya-_- Nanti juga pulang sekolah rencananya gue mau nungguin dia ditempat kemaren" ujar Lepty

"Emang lo tau nama dia? Dan emangnya lo tau dia sekolah dimana?" tanya Panci

"Kalo namanya sih gue tau. Tapi gue gak tau dia sekolah dimana" jawab Lepty

"Lo tau nama dia darimana?" tanya Aping

Lepty mengeluarkan sapu tangan dari sakunya "Gue tau nama dia dari sini"

"Hah? Sapu tangan? Coba sini liat" Panci mengambil sapu tangan itu

Panci membaca nama yang tertera pada sapu tangan itu. Ya! Nama yang tertera pada sapu tangan itu adalah 'Keket Angeline' :o

"Oh namanya keket toh. Dari namanya sih kayaknya dia baik lep" tebak Aping

"Semoga aja ping *-*" mata Lepty berbinar-binar (?) #eaea-_-v


*****


"Kepiiinn!!" panggil seseorang pada Kepin yang sedang berada dikantin

Kepin pun menoleh. Ternyata yang memanggilnya itu si Ipe.

"Pin, gue mau ngembaliin buku paket IPS lo. Thanks yaa" ucap Ipe mengembalikan buku Kepin lalu duduk disamping Kepin

"Oh iya sama-sama" sahut Kepin

"Tumben lo sendirian? Yang laen mana?" tanya Ipe sambil mengatur nafasnya

"Biasalah, si Aping sama Panci ke ruang guru ngumpulin tugas anak-anak. Si Lepty gak tau kemana-_-" jawab Kepin sambil meneguk jus jeruknya

"Oh"

"Eh besok lo ada acara gak?" tanya Kepin

"Emm... Kayaknya sih gak ada. Kenapa pin?" jawab dan tanya Ipe balik

"Karna besok libur, besok lo mau gak anterin gue ke mall? Gue mau beli buku sejarah sama komik" ajak Kepin pada Ipe

"Ohh.. Boleh deh. Jam berapa?" tanya Ipe

"Besok jam 10 gue jemput lo" jawab Kepin

"Oh oke" ucap Ipe mengacungkan jempol

"Eh iya gue ke kelas dulu ya pin. Temen gue udah nungguin gue dikelas. Bye" Ipe pamit pada Kepin. Kepin hanya membalasnya dengan senyuman #eaea-__-"


*****


PULANG SEKOLAH (di skip aja ya-_-v)


Lepty, Panci, Kepin, dan Aping pulang bareng._. Mereka ingin menemani Lepty untuk menemui cewek yang kemarin ditabrak Lepty. Mereka pergi ke tempat kejadian perkara atau yang disebut dengan TKP :O (?)


"Mana nih cewek itu? Belom nongol juga" tanya Panci sambil senderan dipohon besar

"Tau nih! Lumutan gue nungguinnya" ucap Aping kesal

"Yaelah nci, ping, sabar napa! Bentar lagi juga dateng" kata Lepty

"Eh tuh ceweknya dateng tuh. Dia mau lewat sini" ucap Kepin yang melihat cewek itu

"Oke gue mau samperin dia" Lepty pun segera menghampiri cewek itu

"GOOD LUCK BRO!!" teriak teman-temannya pada Lepty. Lepty hanya mengacungkan jempol.


"Hay" sapa Lepty ke cewek itu

"Loh? Lo cowok yang kemaren itu kan??" tanya cewek itu heran

"Iya hehe.. Oh iya, kenalin nama gue Lepty Aurica. Panggil aja Lepty" Lepty memperkenalkan diri pada cewek itu

"Gue Keket Angeline, panggil aja Keket" Keket dan Lepty pun berjabat tangan

"Gue udah tau nama lo kok" ucap Lepty

"Hah? Tau darimana?" tanya Keket

"Dari sapu tangan ini" jawab Lepty mengeluarkan sapu tangan milik Keket

"Ya ampun ini kan sapu tangan gue yang kemarin hilang. Dimana lo nemuin ini?" tanya Keket

"Gue kemaren ngeliat sapu tangan ini jatuh dari saku lo. Gue panggil lo, eehh lo nya malah udah pergi" jawab Lepty

"Hehehe"

"Eh iya, gue mau kenalin temen-temen gue. Bentar yaa" ucap Lepty pada Keket. Keket hanya mengangguk pelan.

"WOOYYY KURCACI-KURCACI!! SINI KELUAR, MAU GUE KENALIN SATU-SATU" teriak Lepty gak nyante-__-

"Woy Lep nyante aja nape gak usah teriak-teriak gitu-_-" dengus Kepin mengusap-usap telinganya yang pengang karna teriakan Lepty tadi

"Hehehe. Eh kenalin, ini keket. Ket, kenalin ini temen-temen gue" Lepty memperkenalkan teman-temannya pada Keket

"Kepin"

"Keket"

"Panci"

"Keket"

"Aping"

"Keket"

Mereka selesai berkenalan dan berjabat tangan *caelah-_-v*

"Eh iya ket, lo sekolah dimana?" tanya Lepty

"Gue sekolah di SMA Ayam Merdeka (?)" jawab Keket

"Oh deketan dong sama sekolah gue" ujar Lepty

"Emang lo sekolah dimana?" tanya Keket

"Di SMA Bebek Punah (?)" jawab Lepty

"Oh itu mah deket banget. Hehehe" ucap Keket

"KACANG KACANG KACANG" teriak Panci

"TELUR TELUR TELUR" Aping juga ikutan teriak._.

"KACANG TELUR GARUDA WUENAK TENAANN (?)" Kepin ikut pula teriak-teriak gak jelas-_-

"Lo bertiga apabanget dah gak jelas-_-" dengus Lepty. Si Keket cuma ketawa aja ngeliat tingkah Panci, Aping, dan Kepin._.

"Ya lagian elo malah enak-enakan ngobrol berdua. Kita malah dikacangin" jawab Panci sinis

"Hehehe sinis amat lo-_- Iya deh sorry sorry" kata Lepty

"Eh udah yok ah kita pulang" ajak Kepin

"Ket bareng yuk" ajak Lepty

"Boleh deh" Keket pun ikut pulang bareng bersama Lepty, Panci, Aping, dan Kepin .-.


#######################


Naaahhh segitu dulu ye part 4nya._. Ini menurut gue part yang paling panjang-_-v
Gue bikin ini hampir 3 jam lebih #gakpenting-,-
Eh iyaaa buat DINDIN, lo sabar aja yee~ Nanti juga lo muncul kok.
Tapi gue bingung lo mau gue masukin di part berapa._.v Pokoknya lo tunggu aja ye.
SEE YOU NEXT TIME~

Senin, 04 Juli 2011

Misteri Diary Putih Berdarah (COPAS!! By: Chee Fa) -Part 3-

######################


Briang, ghena dan ipe pun sepakat untuk ke rumah sakit menjenguk kepin dan villa. Di perjalanan, Ghena merasa seperti jualan kacang sama domestos nomos. ‘hueh, gila gue dikacangin’ batin Ghena.

‘ih...briang kegantengan amat si sama ipe. Heh ??? gue kenapa. Kenapa malah mikir kaya gitu, biarin ajalah si briang, kenapa gue yang repot sendiri.’ Batin ghena kesal.

“Ghen” panggil Briang.

“hmm.” Jawab Ghena dingin.

“kenapa loe diem aja ? biasanya kaya bebek.” Ucap briang, ipe yang berada di samping briang hanya cekikikan gaje.

“suka-suka gue dong !!! lanjutin aja sono ngobrolnya.” Ghena melirik sinis Ipe, ipe pun diam.

“bri, kayanya ada yang envy ni ma gue” sindir Briang.

“ngapain gue envy ama loe, najong !!!” ketus Ghena.

“nah loh ... loe kesindir kan ? berarti ..........” belum selesai, tiba-tiba ghena nyamber. “TAU AH GELAP” mereka pun diam.


 ................................................



Ipe dan briang mengikuti ghena yang berada di depan. Karena apa ? karena ghena yang sudah tau ruangan Villa dan Kepin di rawat.

“mbak mas, kalian temannya saudara Kepin Komodo ?” tanya suster yang keluar dari kamar kepin.

“ya.” Jawab Briang singkat.

“kemarin kita menemukan sepaket buku mata pelajaran. Bukunya ada di dalam kamar.” Ucap suster.

“kok bisa ada buku cetak sus ?” Ghena ikut angkat bicara.

“saya juga nggak tau mbak. Di duga sodara kepin pergi untuk mengantarkan buku-buku itu tapi malah kacelakaan.”

“owh, gitu yah ? kita boleh masuk kan ?” tanya Ipe cemas.

Suster hanya mengangguk dan pergi. Ipe pun lari masuk ke ruang inap Kepin. Entah ada angin apa, ipe merasa begitu khawatir dengan keadaan kepin saat ini. Terkapar di sebuah tempat tidur dengan berabagai alat medis yang menempel di tubuh kepin. Tidak hanya itu, saat ini kepin pun belum sadar dari tidur pulasnya dan hanya keajaibanlah yang bisa membangunkannya. Ipe terus menangisi kepin seketika meliat darah yang masih berlumuran dan jahitan di beberapa bagian tubuhnya dan putih halus nan bersih perban menutupi tubuh kepin.

“bri, kayaknya ipe suka deh sama kepin.” Bisik ghena ke telinga briang.

Briang mengenyitkan alisnya. ‘hah? Ipe suka sama kepin ?’ batin briang.

“hoiii ... kenapa loe ? nglamun mulu.” Ucap ghena sambil menyenggol bahu briang.

“hah ? nggak kok.” Briang menutup-nutupi.

“ghen, ke kamar villa dulu yuk ?” ajak Ipe.



...........................................




Ipe terkejut melihat keadaan villa. Dia lebih parah dibandingkan kepin. Terlihat begitu lemah dan tak berdaya. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sudut ruangan.

Di lihatnya sesosok wanita. Wanita itu seperti yang ipe lihat tadi malam di kamarnya !!! wanita berpakaian putih yang berlumuran darah serta rambut panjang yang di gerai. Ipe memperhatikannya dengan sangat detail dari bawah sampai atas, kakinya tidak menempel pada lantai, dia melayang. Namun, ipe terkejut saat melihat wajah nya terlihat senyuman menyerupai bulan sabit diwajahnya. Ipe menutup matanya sejenak, mengirup dan menghembuskan nafas panjang. Setelah dia kembali membuka matanya. Sosok itu hilang, hilang tanpa tau kenama sosok itu menghilang.

Kini pandangannya beralih pada seseorang yang terbaring lemas di tempat tidur itu. Ya !!! itu Villa. Villa masih juga belum sadarkan diri.

Ipe, briang, dan ghena terus menunggui sahabatnya ini yang masih belum membuka matanya sampai saat ini. Ketika pukul 22.35 mama villa masuk ke kamar villa di rawat..

“briang, ghena.” Pekik mama villa.

“malem tante.” Ucap ghena, briang, dan juga ipe.

“kamu sahabat barunya villa ya? Kamu ipe ?” tanya mama villa setelah melihat keberadaan ipe.

“iya tante.” Jawab ipe lembut dengan senyumannya.

“kalian pulang dulu yaa. Udah malem. Besok kan sekolah.” Ucap mama Villa.

“ya udah tante. Kita pulang dulu.” Pamit ghena, briang dan ipe.



*skiipp



1minggu kemudian.



SELAMA SATU MINGGU INI LOE UDAH TERLALU MENDERITA !!! SEMOGA HARI INI LOE BAKALAN DAPET YANG LEBIH INDAH DARI YANG LOE BAYANGIN !!! JAGA SIKAP LOE !!! LOE JANGAN PERNAH MIKIR YANG MACEM-MACEM SAMA SAHABAT LOE !!!



‘hanya itu ? asekk dah’ pikir ipe.

Akhir-akhir ini ipe mulai terbiasa dengan diary itu. Selama ia membaca selalu benar-benar terjadi. Dia mulai percaya dengan semua yang tertulis di diary itu. Namun, tak semuanya terasa indah kini tiap malam ipeharus terbiasa dengan sesosok wanita yang sering berada dipojok kamarnya.

Entah apa yang ipe pikirnya dia merasa itu sesosok itu adalah VILLA. Ya villa. Karena apa ? karena sudah 3 hari ini sesosok wanita itu tidak datang lagi. Bertepatan dengan 3hari yang lalu villa sadar. Ipe ingin membuang semua pikiran buruk nya itu, namun pikirannya terus ada dalam pikirannya.

Hari ini hari minggu, briang berjanji akan menjemput Ipe untuk menjenguk Kepin dan Villa. Ipe pun bersiap-siap baru pukul 10.00 briang sudah perada didepan rumah Ipe.






.............................................




@RUMAH SAKIT

Ipe nampak terkejut melihat kepin duduk di sebuah kursi roda di taman sendirian. Ipe tersenyum dan mendekati Kepin.

“pin, kok loe sendirian di luar ?” tanya ipe lembut.

“...” tak ada sedikit pun respon dari kepin.

“kita ke kamar aja yuk.” Aja Ipe sambil mendorong kursi roda kepin. Tapi apa yang terjadi ? kedua tangan ipe di pukul pelan oleh kepin yang bermaksud untuk tidak mendorong kursinya. Kepin sedang ingin sendiri. Mengilang sejenak dari keramaian. Ipe menunduk, duduk di kursi taman. Briang yang melihat itu segera menenangkan Ipe dan mengajak ipe masuk menemui Villa.

“Pin, kita ke ruangan Villa dulu.” Pamit briang.

Kepin hanya mengacungkan jempol kananya sambil tersenyum ke arah Briang.

Ipe bingung entah apa yang ipe rasakan. Yang dibenaknya hanyalah ketidak adilan sikap kepin kepada dirinya.

“udah, kita ketemu Villa dulu.” Bisik Briang. Ipe mengangguk.

Ipe selalu merasa nyaman berada di dekat Briang. Keramahannya, perhatiannya serta tingkah lakunya yang selalu bisa membuat ipe tersenyum. Tapi ipe ragu akan perasaannya dengan briang, karena KEPIN. Yaa .. kepin, entah apa yang membuat Ipe tertarik pada seorang Kepin Komodo. Sesosok orang begitu dingin dan misterius. Entah perasaan Ipe kepada kepin hanya sebatas penasaran atau memang benar-benar di sukainya. Entahlah, ipe sendiri tak bisa menjawab.

“haii semua.” Sapa briang masuk ke ruangan Villa.

“haii jugaaa.” Jawab Ghena dan Villa yang berada di dalam kamar.

“pillaaaaaa, gue kangen sama loe.” Teriak Ipe histeris dari pintu dia berdiri lalu berlari kecil memeluk sahabat nya.

“tapi gue nggak kangen tuh sama loe.” Bisik Villa di telinga Ipe.

“pilla, mah jahat.” Ucap ipe manyun lalu melepas pelukannya.

“kan, tiap melem pilla jagain ipe” Jawab Villa watados.

‘jadi yang selama ini ....’

“pe, nyante aja dong !!! gue juga kangen. Cape nih tidur mulu.” Ucap Villa membuyarkan lamunan Shilla.

“KACANG-KACANG-KACANG” seru Ghena histeris.

“DOMESTOS NOMOS !!! SEKALI BAKAR NYAMUK TERKAPAR !!!” ucap briang dengan gaya silat yang bisa di bilang ambrul ladrul <?>

“WEDUS CONGE, KEBO MLOMPONG.” Teriak Briang dan Ghena bersamaan. Mereka pun saling menoleh, suatu hal yang jarang terjadi di antara mereka. Meta mereka pun saling beradu dengan kuat.

‘apa bener gue suka sama briang ? tapi briang pasti lebih milih ipe. Loe mikir apa sii ghen ??? loe itu nggak suka sama briang, tapi mata nya itu lhooo.’ Cerocos ghena dalam hati.

‘gue sayang loe Ghen, tapi gue masi ragu. Siapa yang sebernarnya gue sayang. Loe atau Ipe ?’ tanyanya dalam hati.

“hhhaaa... hhaaa ... hacimmm...” Villa dan Ipe batuk di buat-buat melihat drama sinetron yang disiarkan langsung secara live <?>

Ipe tidak merasakan hatinya terbakar apa cemburu, apa Ipe memang benar-benar yakin briang bukanlah orang yang dia sayang dan di cintainya.

“ghen, ikut gue.” Paksa briang sambil menyeret baju ghena.

“nggak usah nyeret-nyeret juga bisa kali !!!” gerutu Ghena.

“ahh ... udah ayo ikut gue.” Akhirnya ghena dengan terpaksa mengikuti kemauan briang.

“gue keluar dulu.” Teriak Ghena yang sudah tertarik sampai ambang pintu.

“gokil. Mereka pasangan paling aneh tapi cocok sii.” Gumam Villa.

Ipe melirik villa lalu membuang pikirannya jauh-jauh.




BRUK ....




Pintu kamar Villa terbuka, terlihat sesosok pria yang duduk di kursi roda. Siapa lagi kalau bukan Kepin. Ya, kepin mendekati Ipe.

“sorry, tadi gue kasar sama loe.” Ucap nya setelah berada di samping Ipe.

“heh ?? maksud lo ??” tanya Ipe bingung.

“yang tadi. Waktu loe mau ngajakin gue ngomong di taman.” Jelasnya.

“owh.. santai aja kali.. gue maklumin aja, mungkin mood loe lagi nggak stabil.” Jawab ipe enteng.

Ipe merasakan kebahagiaan yang luar biasa, selama dia mengenal Kepin. Baru kali ini kepin mengajak bicara ipe. Apalagi minta maaf .. hatinya bagai musim semi <?>

“bahasa loe pe.” Samber Villa.

“apa lu ? tidur sono. Biar loe cepet sembuh. Terus gue bisa ngerjain loe abis-abisan.” Ucap Ipe cekikikan.

“ya udah, gue balik ke kamar dulu. Besok gue udah boleh pulang !!! jangan lupa, anterin gue pulang.” Ucap Kepin lalu menghilang dari kamar villa <?>


..............................................


-----------GHENA & BRIANG-------------



“ngapain loe bawa gue ke sini ?” tanya Ghena ketus.

“gue mau nanya......” ucap briang menggantung.

“mau nanya apa ? cepetan, kalo nggak gue pergi.” Ancam Ghena.

“iyaa... menurut loe, gue cocok nggak sama Ipe ?” tanya briang dengan suara yang terdengar begitu bergetar.

‘DEG’

Jantung ghena terasa mau copot. Ingin rasanya ia menjerit mengeluarkan isi hatinya yang sebenarnya. Tapi, Ghena tetap terlihat santai, tegar, dan berusaha biasa-biasa saja. Padahal hatinya begitu teriris. Teriris oleh pedang yang di adah sangat tajam.

“Ghen,” panggilnya.

“hmmm...” jawab ghena singkat.

“giman menurut loe ?” kini pertanyaannya begitu menyakitkan di telinga Ghena.

“menurut gue sih cocok-cocok aja. Emang kenapa ?” ucap ghena dingin.

“kira-kira kalau gue nembak Ipe di terima nggak ya ?” kini tusukan pedang kembali agni rasakan malah lebih menyakitkan dibanding sebelumnya.

“maybe.” Jawabnya singkat lalu meninggalkan briang di taman rumah sakit.

“ghena kenapa ? kok gitu ? apa diaaaa ...... sorry ghen, sebenarnya gue juga bingung sama perasaan gue.” Guman briang saat ghena pergi.




Bersambung ...............................

Misteri Diary Putih Berdarah (COPAS!! By: Chee Fa) -Part 2-

#####################


*skippp.



@kamar ipe.

Ipe termenung di balkon rumahnya. Mengingat sesosok pria yaa ... yaaa bisa bikin shilla sedikit mati penasaran tentang cowok itu. ‘Dia begitu dingin tapi kenapa gue ngrasain sesuatu hal yang berbeda dari dia. Ada sesuatu yang narik gue untuk dekat sama dia. Tapi kenapa ?’ batin ipe memegangi diary nya.

“hah ? sampul belakang belum kering ?” ipe tergejolak saat memegang bagian belakang sampul diary itu terdapat darah yang belum kering.

‘ipe, tenang. Nggak ada apa-apa !! loe nggak akan kenapa-kenapa. Santai ipe, percaya nggak ada apa-apa. Sekarang loe tidur !!! tidur ipe.’ Gumam ipe mulai ketakutan lalu melempar buku diary itu ke atas meja lalu menjatuhkan tubuhnya di kasur.

Ipe pun mulai terlelap, tiba-toba kordennya bergerak kencang, ipe pun mulai merasakan dinginnya angin yang menjalar di setiap tubuhnya. Ipe perlahan membuka matanya dia melihat sesosok wanita berada di depannya.

Putih, kurus, tinggi, Berlumuran darah, berambut panjang dengan pakaian serba putih mendekati meja belajar ipe yang kebetulan terdapat diary berdarah itu. Wanita itu menyentuh diary itu lalu kembali menatap ipe. Ipe hanya bisa memegang erat selimut yang menyelimutinya sungguh ingin dia menjerit sekuat tenaga namun apa daya, dirinya bukanlah seseorang yang pemberani, berani melawan ketakutan !!! Ipe terlalu takut hingga saat makhluk tersebut semakin dekat ia hanya bisa mengubur dirinya di bawah selimut dengan keringat dingin yang membasahi nyaa.



BRAKK ...



Ntah itu suara apa namun Ipe menutup rapat-rapat kedua bola matanya hingga ia merasakan hembusan yang begitu kencang bak angin tornado namun dia merasakan sesuatu hal yang berbeda, ia merasakan sebuah ketenangan hati. Ipe mencoba memberanikan diri untuk melihat semua kejadian itu di balik selimutnya.

‘putih, tinggi, dingin, membawa kedamaian ?’ guman ipe pelan.

Sesosok makhluk cowok yang ipe lihat menghampiri wanita bertubuh kurus tinggi berlumauran darah itu. Sesosok lelaki itu menuntun wanita itu keluar dari kamar ipe yang sudah berada di dekat ranjang itu. Mereka pergi menghilang menembus tembok kamar ipe.

Ipe bangun posisi tidurnya iya ubah menjadi duduk.

‘ya allah, siapa mereka ? siapa wanita itu. Mengapa dia menghampiri kuu. Apa salahkuu hingga dia menghantui kuu, gue kan nggak punya temen yang udah mati. Apa dia pemilik diary itu ? tapii apa maksud dia kemari ? dann lelaki itu ???? sebenarnyaaa apaaaa yang terjadii ??????’ triak ipe dalam hati.

Ipe berusaha menenangkan dirinya. Dia kembali menenggelamkan tubuhnya, ipe berusaha mati-matian untuk menutup matanya agar melupakan semua kejadian itu.

(。◕‿◕。)








Keesokan harinya


“AAAAAAARRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHH” teriak ipe terbangun.

Mama ipe yang mendengar putrinya langsung naik untuk melihat putrinya itu.

“sayang kamu kenapa ?” tanya mama Ipe panik.

“iit ... ttuu maa ... daa ,, da ,, darah di kamar ipe.” Jawab ipe yang mesih ngos-ngosan <?>

“darah ??? ipe sayang. Kamar kamu bersih, nggak ada setetes darah di kamar kamu.” Ucap mama ipe tak percaya.

“ma . ipe nggak bohong !!! lantai yang mama injak itu darah !!!” ucap ipe meyakinkan mamanya.

“nggak ada darah sayang. Kamu percaya deh sama mama, mungkin kamu Cuma mimpi aja.” Ucap mama ipe lembut, memahami isi hati anaknya.

“nggak ma !!! ini beneran !!! ipe nggak ngigo maa !!!” ipe meyakinkan mamanya lagi.

“udah, nggak ada kok sayang. Percaya yaa sama mama. Sekarang kamu mandi lalu sekolah nanti telat lagi.”

Ipe hanya mengangguk pelan.

“diary !!!” guman ipe saat mama ipe keluar kamar.

Cepat-cepat ipe bangun dan mengambil diary itu yang masih ada di meja belajarnya. Posisinya tidak berubah, hanya darah yang di diary itu kini bertambah banyak dan beberapa halaman mulai luntur karena darah yang masih segar itu.

Dengan perasaan takut, gelisah dan penasaran bercampur aduk menjadi satu. Perlahan namun pasti, ipe membuka diary.



HARI INI LOE AKAN MERASAKAN ARTI HIDUP YANG SEBENARNYA !!!

TUNJUKIN KE PEDULIAN LOE KEPADA SAHABAT LOE !!!

LOE JANGAN BANYAK NANYA !!!

INGET !!! LOE NGGAK USAH BANYAK NANYA !!!

KALO LOE TANYA, LOE BAKALAN NYESEL !!!!!!





“pertanyaan ? emang apa yang harus gue dan gue nggak boleh nanya sama siapa ? terus apa maksud tunjukin kepedulian loe, tapi gue nggak boleh nanya ?” pikir ipe.







*skippp





@SMA Kepiting Asam Manis

Ipe yang sedang santai berjalan menuju kelasnya merasa ada yang memanggilnya dari belakang.

“pe....ipee....ipee...” panggil orang tersebut dari belakang. Ipe pun menoleh.

“kenapa ?” tanya ipe dingin.

“ikut gue sekarang.” Jawab cowok itu lalu menarik ipe.







@(ᵕ.ᵕ)@

“loe ngapain bawa gue kemari sii bri ?” tanya ipe.

“loe tau nggak, villa sama kepin sekarang koma di rumah sakit.”

‘gue tanya sebabnyaa atau nggak nih ? tapi kalau gue tanya ???? tanya enggak tanya nggak.’ Batin ipe bimbang.

“pe, loe kenapa ngelamun. Loe nggak tau soal ini ?” tanya cowok itu yang di panggil ‘bri’

Ipe hanya menggeleng.

“Briaannggg” teriak seseorang di belakang mereka.

“loe ghen ? kenapa ?” tanya cowok itu yang ternyata briang.

“loe udah njengukin kepin sama villa belum ?” tanya ghena yang masih ngos-ngosan.

“belum. Loe ?”

“udah. Mereka satu rumah sakit Cuma beda kamar aja, tadi malem villa sempet siuman ta... taapiii.....” kata ghena menggantung.

“tapi kenapa ghen ?” tanya briang sambil mengguncangkan tubuh ghena.

“tapii itu, ghena siumannya aneh. Tangan nyaa itu kaya lagi buka buku gitu.” Jawab ghena.

“buka buku.” Guman ipe lirih namun terdengar oleh briang dan ghena.

“kenapa ?” tanya BriGhen kompak.

“hah ? ngg ... nggak kok.” Jawab ipe gugup.

“ya udah kita ke kelas yuk.” Ajak ghena.

“eitss ... loe belum cerita keadaannya kepin.” Ucap briang sambil menarik kerah ghena.

“ih, ngapain narik kerah gue ?” tanya ghena risih.

“bawel !!! cepet cerita !!!” pinta briang.

“gue belum njengukin dia, dia masuk rumah sakit baru tadi malem jam 00.00 . katanya sii kepin itu ....” ucap ghena menggantung.

“kepin kenapa ?” tanya ipe yang mendadak jadi panik.

“kepin kecelakaan di komplek ............” ghena menggantungkan kalimatnya.

“komplek mana ghen ?” paksa ipe.

“kompleks ..........” ghena berusaha mengingat. “kompleks melati blok C di jalan kebon sakti.”

“hah ?” hanya satu kata itulah yang terucap.

‘itu kan kompleks gue, kenapa dia ada disana ? apa tadi malem suaraaa .............’ batin ipe.

“pe, loe kenapa ?” tanya ghena.

“hah ? ng .. nggak papa kok ghen. Terus villa kenapa bisa masuk rumah sakit ?” tanya ipe mengalihkan pembicaraan.

“dia kecelakaan dia hampir masuk jurang waktu mau njenguk neneknya ke daerah bandung.” Cerita ghena

“ya udah kita balik ke kelas aja. Nanti pulang sekolah kita langsung ke rumah sakit.” Ucap briang bijak.




Bersambung .................

Misteri Diary Putih Berdarah (COPAS!! By: Chee Fa) -Part 1-

#####################


“ma, ke kita jadi nih pindah rumah ?” tanya seorang gadis kepada wanita separuh baya.

“iya, emang kenapa sayang ?”

“mmm ... nggak papa kok ma,”

“ya udah, sekarang kamu beresin barang-barang kamu, besok kita pindah.”



Heii kenalin gue Grippe Agatha panggil aja ipe, besok gue bakalan pindah rumah. Memang sih sama aja kaya rumah gue yang ini. Tapi gue ngrasa bakalan ada sesuatu yang terjadi sama gue di rumah baru itu. Ahh ... semoga itu cuam pikiran gue.



@NEW HOUSE



Ipe masih berdiri di depan rumah barunya. Pikirannya bingung rumah ini lebih mewah dibanding rumahnya yang lama tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati ipe.

“Ipe, ayo masuk. Ngapain masih berdiri di situ ?” ucap mama Ipe membuyarkan lamunanya.

“hah ? iyaa ma.” Jawab ipe terkejut.

Ipe pun masuk rumahnya dengan perlahan, mengamati setiap sudut ruangan. Pandangan ipe tertuju pada suatu ruangan di lantai dua. Ipe membuka pintu itu perlahan, sontak ipe terkejut setelah membuka pintu itu terdapat sebuah tempat tidur ukuran L *loh? Tempat tidur atau baju ?* dengan almari pakaian yang cukup besar, meja belajar, tempat make up dan satu lagi yang paling penting yaitu terdapat balkon rumah yang menghadap taman belakang rumah yang begitu asri namun sedikit terlihat mengerikan.

“ma, ipe mau kamar yang ini ya.” Pinta ipe ke pada ibunya.

“iya. Terserah kamu sayang, owh iya besok kamu udah berangkat sekolah ya sayang.” Ucap mama Ipe.

“hah ? kan baru nyampek ma, kenapa udah sekolah.” Ipe terkejut mendengar kabar itu.

“mama kan nggak mau anak semata wayang ini ketinggalan pelajaran sayang.” Ucap mama ipe membelai rambut ipe

“iya deh ma, sekolahnya dimana ?”

“di SMA Kepiting Asam Manis (?). Udah kamu sekarang istirahat dulu, nanti baru mberesin buku-buku buat besok pagi.” Ucap mama ipe meninggalkan shilla di kamar.

“iya ma.” Jawab ipe lesu lalu membantingkan tubuhnya ke kasur.



3 jam kemudian ipe bangun dari tidurnya. Niat ipe langsung tertuju pada tumpukan buku yang mesih tertata rap di dalam kardus. Ipe pun membuka dan menata satu persatu buku itu di meja belajarnya yang baru. Ketika ipe membuka salah satu laci meja, pandangan ipe tertuju pada sebuah ‘diary putih berdarah’ ada perasaan takut dan ragu dihati ipe untuk mengambilnya. Dengan tekat yang bulat ipe memberanikan diri untuk menyentuh sampul diary putih yang berlumuran darah.

Dibukanya pada halaman pertama.



LOE YANG UDAH BUKA DIARY INI HARUS MEMATUHI PERATURAN DIARY INI KALAU KAU BERUSAHA LARI DARI DIARY INI MAKA HIDUP MU AKAN BERAKHIR SIA-SIA.

PERTAMA : LOE JANGAN PERNAH BUKA HALAMAN BELAKANG DIARY INI.

KEDUA : SETIAP HARI SEBELUM BERAKTIVITAS LOE HARUS BACA SATU LEMBAR DIARY INI !!! INGAT SATU HALAMAN PER HARI !!!

KETIGA : LOE HARUS BISA MENCERNA SETIAP KATA YANG ADA DALAM DIARY INI.

EMPAT : LOE HARUS MULAI INI BESOK PAGI !!!

GUE INGETIN !!! KALO LOE SEHARI LUPA BACA DIARY INI, HIDUP LOE AKAN BERAKHIR SIA-SIA.





‘apa maksud ini semua ? apa yang harus gue lakuin ? dan siapa yang nulis diary ini ? dan kenapa diary ini berlumuran darah. Gue harus usut siapa pemilik diary ini, walaupun nyawa gue yang jadi taruhannya.’tekat ipe yang masih mendekap diary itu.

‘darahnya udah kering berarti sang pemilik udah lama ninggalin ini semua.’ Batin ipe sambil memandang taman belakang rumahnya lewat balkon.

Setelah beberapa saat ipe merenung di balkon rumahnya, ipe memutuskan untuk tidur dan berharap esok pagi tak akan ada sesuatu yang terjadi dengan dirinya.






 ...........................................



Keesokan harinya.

“hoammm. Hari ini hari pertama gue baca diary itu, semoga nggak terjadi apa.” Batin ipe yang baru terbangun dari tidurnya.

Ipe pun mengambil diary itu lalu membuka halaman kedua.



HAI, AWAL YANG BAGUS !!! DI SEKOLAH LOE YANG BARU LOE BAKAL NEMUIN ORANG-ORANG YANG NANTINYA SELALU ADA DI SAMPING LOE, DAN MEREKA BAKALAN YANG BAKALAN NENTUIN HIDUP DAN MATI LOE !!!

JANGAN SAMPAI LOE SALAH PILIH TEMAN !!! FATAL, MAMPUSS LOE.



“okee pe, ini awal yang baik bagi loe. Semangat ipe.” Ipe mamberi semangat pada dirinya sendiri.




.....................................







SMA Kepiting Asam Manis (?)



Ipe berjalan sambil berpegang teguh *?* pada lengan mamanya. Maklum ipe anak baru ada sedikit perasaan takut untuk pertama kali masuk.




KELAS 11C

Disinilah ipe akan menimbang ilmu, berharap akan mendapatkan teman yang bisa menjadi sahabat ipe untuk melalui semua hari-harinya.

Tok ,,, tok ,,, tok

Kepsek SMA Kepiting Asam Manis mengentuk pintu kelas.

“pak, ini ada murid baru,” bisik kepala sekolah kepada pak ojy. Guru yang sedang mengajar di kelas itu.

“owh, yaa.... ayo silahkan masuk.” Ucap pak ojy ramah menunjukan bahwa dia adalah guru yang berwibawa dan seorang guru yang baik. Ipe hanya menunduk dan membuntuti pak ojy.

“anak-anak, kita kedatangan murid baru. Ayo perkenalkan nama kamu.” Pinta pak ojy.

“pagi .. perkenalkan nama saya Grippe Agatha panggil saja ipe, semoga kita bisa berteman dengan baik.” Ucap ipe

“okey, ada pertanyaan ?” tanya pak ojy kepada anak-anak.

Briang mengacungkan tangan.

“ya. Apa bri ?”

“ipe sampun kagungan pacar dereng ?” tanya briang dengan logat aslinya. Pertanyaan itu hanya membuat seisi kelas cengo mendengar hal itu tanpa terkecuali ipe.

“hush ... pertanyaan muu itu lho bri.” Sambar pak ojy. “ipe ... silahkan duduk disamping villa.” Lanjut pak ojy sambil menunjuk villa.

“iya pak.” Jawab ipe lalu menghampiri tempat duduk villa.

“heii, gue Nenek Sihir Sivilla Azizah, panggil aja ijah villa.” Sapa villa ramah.

“heii juga. Gue ipe udah tau kan.” Jawab ipe

“yoi. Loe belum ada temen kan ? ntar gue kenalin sama teman-teman gue.” Bisik villa saat pak duta tengah menjelaskan pelajaran.

“oke deh.” Jawab ipe semangat.

‘semoga ini bertanda baik. Amin-amin-amin semoga gue cepat nuntasin siapa yang buat diary itu.’ Batin ipe.


...........................................


@KANTIN

“pe, kenalin ini temen-temen gue. Ini Ghena, itu Kepin dan itu Briang.” Villa memperkenalkan satu persatu temannya.

“gue ipe. Loe yang tadi tanya pake bahasa jawa kan ? artinya apa ? gue nggak ngerti.” Ucap ipe cengengesan.

“eh, ipe tadi kan ada pacar-pacarnya. Berarti tu anak nanya loe udah punya pacar belum.” Sambar Ghena sambil melirik briang.

“belum ah ghen.” Jawab ipe.

“peluang emas.” Ceplos briang. Ipe menghiraukan briang, kini pandangannya tertuju pada cowok didepannya. Cowok berkulit putih dengan mata sipit dan terlihat begitu dingin. Siapa lagi kalau bukan kepin._.

“heii, kenapa loe dari tadi diem. Nglamun ya loe ?” tanya ipe sambil memperhatikan kepin.

“bukan urusan loe.” Jawab kepin ketus lalu meneguk jus alpokatnya.

Ipe pun diam menghabiskan bakso yang dipesannya tadi.





Bersambung ............